BETANEWS.ID, KUDUS – Komunitas Penghayat Kepercayaan Sedulur Sikep di Kabupaten Kudus berharap pemerintah daerah menghadirkan layanan jemput bola administrasi kependudukan (Apinduk). Harapan tersebut disampaikan saat audiensi dengan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (6/1/2025).
Tokoh Sedulur Sikep Karesidenan Pati, Gunretno, menegaskan bahwa pelayanan administrasi kependudukan merupakan hak seluruh warga negara dan menjadi kewajiban pemerintah, tanpa memandang latar belakang keyakinan.
Baca Juga: Taman Bojana Kudus Dikabarkan Diminati Investor, Bakal Dibangun Hotel
“Pelayanan pencatatan administrasi kependudukan adalah kewajiban negara. Karena itu kami mengusulkan adanya layanan jemput bola yang langsung datang ke Sedulur Sikep. Semua warga harus dilayani,” ujar Gunretno usai audiensi.
Gunretno mengungkapkan, hingga saat ini belum pernah ada pendataan administrasi kependudukan secara langsung yang menyasar komunitas Sedulur Sikep di Kabupaten Kudus. Ia berharap, audiensi tersebut menjadi titik awal hadirnya pelayanan yang lebih inklusif.
“Kami percaya Pemkab Kudus akan menindaklanjuti usulan ini dengan baik,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus, Harso Widodo, memastikan pihaknya siap memenuhi permintaan komunitas Sedulur Sikep.
Menurut Harso, Disdukcapil memiliki kewajiban memberikan pelayanan administrasi kependudukan kepada seluruh warga, termasuk penghayat kepercayaan.
“Kami hadir untuk semua masyarakat, termasuk Sedulur Sikep. Permintaan jemput bola ini akan kami tindak lanjuti,” ujar Harso.
Baca Juga: 100 Gerobak dan Tenda BPKH Disalurkan untuk PKL Kudus
Ia menjelaskan, layanan jemput bola tersebut meliputi pencatatan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta dokumen kependudukan lainnya. Pelayanan akan dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Harso juga menegaskan bahwa pelayanan administrasi kependudukan dilakukan tanpa pungutan liar, tanpa intimidasi, serta tanpa diskriminasi berdasarkan suku, agama, ras, maupun kepercayaan.
“Kami siap hadir dan melayani,” tandas Harso.
Editor: Haikal Rosyada

