BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan pedagang sayur malam di Pasar Bitingan Kabupaten Kudus dipastikan bakal direlokasi ke Pasar Saerah. Rencananya relokasi bakal dilakukan pada Kamis atau tanggal 8 Januari 2025.
Relokasi pedagang sayur Pasar Bitingan tersebut dalam rangka penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kudus Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pasar Rakyat. Yang mana pada Perda tersebut juga mengatur jam operasional pasar yang dikelola oleh pemerintah daerah, yakni mulai pukul 06:00 WIB sampai 18:00 WIB.
Baca Juga: Pasca Geger Dancesport, Rapat DPRD–KONI Kudus Berlangsung Panas
Pelaksana Harian (Plh) Dinas Perdagangan (Disdag) Kudus, Djati Solechah memastikan bahwa relokasi pedagang sayur di Pasar Bitingan akan segera dilakukan. Waktunya sudah ditentukan.
“Relokasi bakal dilakukan pada tanggal 8 Januari 2025. Dilakukan pada malam hari, agar tidak mengganngu aktifitas warga,” ujar Djati.
Relokasi tersebut, lanjut Djati, akan dilakukan oleh masing-masing pedagang. Sebab, sudah terjadi kesepakatan antara pihak pedagang dan pengelola Pasar Saerah.
“Relokasi dilakukan mandiri oleh pedagang. Kami hanya memantau dan memastikan keadaan tetap kondusif,” bebernya.
Meski begitu, kata dia, nantinya tetap ada petugas yang berjaga. Selain, untuk kondusifitas, juga untuk memastikan tak ada lagi pedagang sayur malam yang berjualan di Pasar Bitingan.
“Kita tetap kerja sama dengan petugas, baik dari Satpol PP, kepolisian dan TNI. Supaya kondusif saja,” jelasnya.
Diwawancara sebelumnya, Djati mengatakan, mayoritas pedagang sayur malam di Pasar Bitingan Kudus bersedia untuk direlokasi. Informasi dari pihak Pasar Saerah, sudah ada 530 pedagang yang mendaftar.
“Mayoritas pedagang telah sepakat pindah. Dan pihak Pasar Saerah juga memastikan bahwa lokasi muat untuk menampung semua pedagang yang telah mendaftar,” sebutnya.
Sebagai informasi, relokasi pedagang sayur malam.Pasar Bitingan sejatinya bagian dari rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus yang bakal memperluas RSUD Loekmono Hadi dengan membangun gedung baru di lahan eks Matahari Mall.
Baca Juga: 63.493 Warga Kudus Masuk Kategori Sangat Miskin, Penghasilan Kurang Rp800 Ribu Sebulan
Rencananya gedung rumah sakit baru tersebut ada tujuh lantai dan pembangunan bakal dimulai pada tahun 2026. Pembangunan tersebut diperkirakan menelan anggaran kurang lebih sebesar Rp125 miliar.
Dana tersebut bersumber dari hutang Rp85 miliar dan sisanya menggunakan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Loekmono Hadi.
Editor: Haikal Rosyada

