BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 22.610 keluarga di Kabupaten Kudus masuk dalam desil 1 pada sistem pengelompokkan kesejahteraan masyarakat. Angka tersebut berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) 2025
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Kudus, Putut Winarno, mengatakan, Desil 1 merupakan kondisi ekonomi paling bawah atau sangat miskin. Hingga pertengahan Desember 2025 terdapat 22.610 keluarga di Kota Kretek masuk kategori sangat miskin.
Baca Juga: TP PKK Kudus dan RS Mardi Rahayu Gelar Pelatihan NaposÂ
“Sementara untuk individu, terdapat 63.493 jiwa yang masuk desil 1 atau sangat miskin. Dinyatakan sangat miskin, karena warga tersebut mempunyai pendapatan di bawah Rp800 ribu sebulan per kapita,” ujar Winarno kepada Betanews.id di ruang kerjanya belum lama ini.
Sementara yang masuk desil 2, lanjut Winarno ada 25.262 keluarga atau 76.681 jiwa. Desil 2 ini merupakan kategori rumah tangga miskin.
“Mereka masuk kategori miskin karena memiliki pendapatan antara Rp 800 ribu sampai Rp1,2 juta sebulan per kapita,” bebernya.
Untuk desil 3 yakni keluarga dengan kategori hampir miskin ada 24.802 keluarga atau 74.794 jiwa. Kategori hampir miskin adalah mereka yang mempunyai penghasilan antara Rp1,2 juta sebulan per kapita.
“Sedangkan desil 4 itu kategori keluarga rentan miskin. Jumlahnya ada 23.626 keluarga atau 72.421 jiwa. Kategori rentan miskin, karena penghasilan mereka antara Rp1,8 juta hingga Rp2,5 juta sebulan per kapita,” jelasnya.
Winarno mengungkapkan, bahwa selama ini sudah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah guna pengentasan kemiskinan. Di antaranya adalah bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).
“Tahun 2025 lalu kurang lebih ada 25 ribu keluarga yang menerima bantuan dari pemerintah pusat tersebut melalui Kementerian Sosial (Kemensos). Ada juga bantuan sembako, serta beberapa kali ada bantuan langsung tunai (BLT),” tuturnya.
Baca Juga: 141 Sekolah di Kudus Dapat Bantuan Revitalisasi dari Pusat
Pihaknya saat ini sedang gencar melakukan pemutakhiran data. Tujuannya agar data bisa valid, dan upaya pengentasan kemiskinan dapar tepat sasaran.
“Masyarakat Kudus juga bisa ikut aktif berperan dalam pemutakhiran data bantuan sosial. Warga dapat mengajukan usulan maupun sanggahan melalui aplikasi CekBansos milik Kementerian Sosial,” imbaunya.
Editor: Haikal Rosyada

