31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Kepengurusan KONI Kudus Disebut Tak Solid, Wacana Anggaran 2026 Tak Dicairkan Mengemuka

BETANEWS.ID, KUDUS – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus menyoroti kondisi kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus periode 2023–2027 yang dinilai tidak solid. Bahkan, wacana penahanan anggaran KONI Kudus tahun 2026 mulai mengemuka jika persoalan internal tidak segera dibenahi.

Sorotan tersebut mencuat dalam rapat koordinasi antara Komisi D DPRD Kudus bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) serta KONI Kudus. Rapat digelar di Aula Gedung DPRD Kudus, Senin (5/1/2025).

Baca Juga: Pasca Geger Dancesport, Rapat DPRD–KONI Kudus Berlangsung Panas

-Advertisement-

Rapat koordinasi itu sejatinya membahas polemik penampilan atlet dancesport dalam sebuah acara di Pendopo Kudus beberapa hari lalu. Namun dalam perkembangannya, rapat justru mengerucut pada evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan soliditas kepengurusan KONI Kudus.

Ketua Komisi D DPRD Kudus, Mardijanto, menilai kepengurusan KONI Kudus di bawah kepemimpinan Sulistyanto belum berjalan solid. Ia menyebut, salah satu anggota Komisi D bahkan mengusulkan agar anggaran tidak dicairkan apabila kondisi tersebut terus berlanjut.

“Usulan itu masuk akal. Kepengurusan KONI Kudus harus solid, apalagi yang dikelola adalah anggaran cukup besar,” tegas Mardijanto.

Ia menambahkan, Komisi D DPRD Kudus berencana turun langsung untuk menelusuri manajemen KONI Kudus. Langkah itu dilakukan guna mengetahui akar persoalan yang menyebabkan munculnya penilaian ketidaksolidan organisasi.

“Kami ingin olahraga di Kudus berprestasi dan bebas konflik. Kami juga tidak ingin ada persoalan serius, termasuk kasus korupsi seperti periode sebelumnya,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, alokasi anggaran untuk KONI Kudus pada tahun 2026 kurang lebih sebesar Rp 8 miliar. Besarnya anggaran tersebut menjadi perhatian DPRD agar pengelolaannya benar-benar dilakukan secara profesional dan transparan.

Sementara itu, Ketua KONI Kudus Sulistyanto membantah anggapan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya tidak solid. Ia menegaskan, saat ini seluruh pengurus dan cabang olahraga berada dalam kondisi kompak.

“Bisa dilihat saat persoalan dancesport muncul, bukan hanya saya yang menjawab. Pengcab-pengcab juga ikut memberikan klarifikasi. Itu menunjukkan KONI Kudus solid,” kata Sulis.

Baca Juga: 63.493 Warga Kudus Masuk Kategori Sangat Miskin, Penghasilan Kurang Rp800 Ribu Sebulan

Menurutnya, keterlibatan aktif pengurus cabang justru menandakan rasa memiliki terhadap organisasi. Ia juga menilai wajar apabila ada pihak-pihak yang tidak sepakat dengan kebijakan yang diambil.

“Secara umum kami solid. Kalau ada yang tidak puas, itu hal biasa dalam organisasi. Namanya juga banyak orang,” tandasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER