BETANEWS.ID, KUDUS – Pelatihan tenaga pendamping orang sakit (Napos) kembali digelar oleh RS Mardi Rahayu. Pelaksanaan pelatihan tersebut bekerjasama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kudus yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan, utamanya pendapatan bagi peserta.
Tercatat, pelatihan yang digelar oleh RS Mardi Rahayu itu sudah kali kelima dan diadakan tanpa dipungut biaya. Tentu hal itu sangat membantu bagi mereka yang membutuhkan pekerjaan, serta dapat meningkatkan penghasilan bagi mereka.
Baca Juga: 141 Sekolah di Kudus Dapat Bantuan Revitalisasi dari Pusat
Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dr. Pujianto mengatakan, ada sebanyak 15 orang yang mengikuti pelatihan, baik pria maupun wanita dengan usia mulai 20-50 tahun. Pelatihan itu diperuntukan bagi masyarakat Kudus dengan pendidikan minimal lulusan SMP sederajat serta lolos persyaratan administrasi dan pemeriksaan fisik.
Menurutnya, pelatihan Napos tersebut diselenggarakan secara intensif selama satu bulan penuh, terhitung mulai 5 Januari 2026. Mereka akan mendapatkan materi, baik secara teori maupun praktek
“Dengan pelatihan Napos ini diharapkan berhasil mencetak tenaga yang siap kerja dan mampu melaksanakan pemeriksaan tanda-tanda vital kehidupan. Meliputi, pemberian asupan makanan, minuman, obat termasuk dengan selang (sonde),” katanya saat jumpa pers, Senin (5/1/2026).
Kemudian, lanjutnya, mereka dapat melakukan perawatan luka sederhana, pembersihan berkala saluran nafas dengan alat bantu, memandikan, mencuci pakaian terkontiminasi, mengangkat, memobilisasi dan alih barang dengan benar, serta lain sebagainya dengan memperhatikan etika dan sopan santun,” ungkapnya.
Ia menuturkan, selain peserta mendapatkan ilmu tanpa mengeluarkan biaya, peserta juga dapat mendapatkan keuntungan lainnya, seperti uang saku Rp30 ribu perhari selama pelatihan berlangsung, kepesertaan BPJS Kesehatan, kepesertaan BP Jamsostek, rekomendasi dan penyaluran kerja dalam naungan pelayanan home care RS Mardi Rahayu.
“Ini salah satu upaya pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan Napos serta membantu keluarga pasien yang membutuhkan tenaga pendamping orang sakit. Peserta pelatihan ini akan siap bekerja mulai Februari 2026. Apabila ada yang membutuhkan layanan dapat menghubungi tim Homecare RS MArdi Rahayu di nomor 088806500777,” jelasnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani, menjelaskan, bahwa kegiatan itu merupakan salah satu program PKK Kudus di Pokja 4. Sebelumnya, pihaknya telah merencanakan program itu di tahun 2025 lalu, namun karena kesulitan mendapat peserta, sehingga realisasinya berlangsung di tahun ini.
“Harapannya, pelatihan ini inputnya dapat menjadi tambahan penghasilan para peserta. Ini dibantu RS Mardi Rahayu, karena memang kami telah bekerjasama untuk bisa membantu mensejahterakan keluarga para kader PKK Kabupaten Kudus,” terangnya.
Ia menyampaikan, para peserta yang terlibat dari sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus. Ketika sudah lulus, peserta pelatihan Napos ini dapat memberikan bantuan untuk mereka yang membutuhkan pertolongan pasca perawatan di rumah sakit.
“Karena usai pulang dari rumah sakit, mereka sangat membutuhkan sekali adanya tenaga pendamping orang sakit. Antusias mereka sebenarnya tinggi, tapi memang harus mengikuti full satu bulan untuk mengikuti pelatihan ini,” ujarnya.
Baca Juga: Hampir 300 Ribu Warga Kudus Masuk Kelompok Miskin dan Rentan Miskin
Sementara itu, salah satu peserta Zumaroh (46) senang bisa mengikuti pelatihan tersebut. Warga SIdorekdo itu mengaku dari kecil sudah bercita-cita untuk menjadi perawat. Akhirnya, keinginan itu bisa tersampaikan melalui pelatihan Napos yang digelar itu.
“Bisa mendapat ilmu, kemudian diupdate dan mungkin dapat bermanfaat bagi orang lainserta bernmanfaat bagi keluarga saya dengan tambahan penghasilan. Sebelumnya tidak mempunyai pengalaman, tapi di kader posyandu saya sedikit-sedikit mengetahui tentang kesehatan,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

