31 C
Kudus
Jumat, Januari 23, 2026

4.000 Satuan Pendidikan Terdampak Bencana, Mendikdasmen Siapkan Kurikulum Darurat

BETANEWS.ID, KUDUS – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sekitar 4.000 lebih satuan pendidikan terdampak bencana di sejumlah daerah. Jumlah tersebut masih terus diperbarui karena hingga kini masih ada wilayah yang belum dapat dijangkau akibat kerusakan yang tergolong parah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti mengatakan, meskipun pendataan masih berjalan, sebagian besar data telah terupdate. Ia menargetkan kegiatan pembelajaran di daerah terdampak dapat kembali dimulai pada 5 Januari 2026.

Baca Juga: 14 Perkara Menonjol di Kudus Sepanjang 2025, Kasus Peredaran Narkoba dan Curanmor Meningkat

-Advertisement-

“Namun memang ada juga sebagian daerah yang baru akan memulai pembelajaran pada tanggal 12 Januari. Hal ini tentu sangat bergantung pada kebijakan masing-masing pemerintah daerah,” katanya usai meresmikan gedung revitalisasi SD 1 Muhamadiyah Kudus, Jumat (2/1/2026).

Untuk menjamin keberlangsungan pendidikan, Mendikdasmen telah menyiapkan skenario pembelajaran menggunakan kurikulum darurat. Kurikulum tersebut disusun fleksibel dan adaptif dengan beberapa pilihan durasi, mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang.

“Kami menyiapkan skenario pembelajaran untuk jangka waktu tiga bulan, satu tahun, dan juga satu sampai dengan tiga tahun. Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana anak-anak tetap bisa belajar,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, Abdul Mu’ti menekankan bahwa pembelajaran di daerah terdampak tidak harus berjalan dalam kondisi normal seperti biasa. Peserta didik diperbolehkan mengikuti pembelajaran tanpa seragam atau sepatu, mengingat sebagian dari mereka masih berada dalam proses pemulihan pascabencana.

Sementara itu, pihaknya juga telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hasil koordinasi menunjukkan sekitar 85 persen sekolah di tiga provinsi tersebut telah siap melaksanakan pembelajaran pada 5 Januari mendatang.

“Untuk Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat, sekolah-sekolah sudah siap 100 persen. Tinggal Provinsi Aceh yang masih membutuhkan pembersihan lanjutan, terutama sekolah-sekolah dengan kondisi lumpur yang cukup tebal,” jelasnya.

Terkait sekolah yang mengalami kerusakan berat dan tidak memungkinkan lagi digunakan, Abdul Mu’ti memastikan pemerintah akan melakukan pembangunan kembali. Sebagian sekolah akan dibangun di lokasi semula, sementara sebagian lainnya akan direlokasi karena faktor keamanan.

Baca Juga: Realisasi KUR Bank Jateng Cabang Kudus Capai Rp87,9 Miliar di 2025

Selama proses pembangunan dan relokasi berlangsung, peserta didik akan diarahkan untuk belajar di fasilitas publik yang memungkinkan, seperti puskesmas, tempat ibadah, maupun tenda pembelajaran sementara.

“Saat ini kami telah membangun 54 tenda pembelajaran dan terus kami upayakan agar seluruh tenda tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai tempat kegiatan belajar sementara,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER