Hingga Lebaran, ‘Bank Titil’ Tak Boleh Masuk Desa di Demak Ini

BETANEWS.ID, DEMAK – Siang itu, terik matahari terasa menyengat di salah satu akses jalan memasuki Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Sejumlah pria tampak menjaga jalan yang separuhnya tertutup portal dari bambu. Satu di antara mereka yakni Sudarmo (62). Dia mengatakan, jika desanya saat ini memberlakukan lockdown.

Pria paruh baya itu tak bisa banyak menjelaskan, dirinya hanyalah relawan yang ikut berpartisipasi menjaga keamanan desa. Karena baru hari pertama, jadwal piket masih belum terbentuk sehingga dia suka rela ikut membantu. Dia juga mengarahkan untuk bertemu dengan Ketua RW 02, agar bisa mendapat keterangan yang lebih jelas.

“Rencana ini akan dijaga selama 24 jam. Karena belum terbentuk jadwal, jadi saya ikut jaga saja. Kebetulan rumah saya dekat dengan akses jalan ini,” terangnya sambil menunjukkan rumah Ketua RW 02, Selasa (5/5/2020).

-Advertisement-

Baca juga : Jenazah Warganya Dimakamkan dengan SOP Covid-19, Desa Ngemplik Wetan Demak ‘Lockdown’

Sementara itu, Agus Sulistiyanto (48), Ketua RW 02 menjelaskan, bahwa warga dari luar desa untuk sementara tidak diperbolehkan masuk. Termasuk pedagang keliling, penarik utang atau bank titil. Hal itu dilakukan karena pekerjaan tersebut banyak berinteraksi dengan orang luar.

“Bukan bermaksud berlebihan, tetapi semua demi keselamatan bersama. Karena pekerjaan seperti itu kan banyak berinteraksi dengan orang di luar sana. Jadi kami melakukan antisipasi agar warga kami aman,” jelasnya kepada betanews.id.

Saat ini, pihaknya sudah melakukan penutupan di sejumlah akses masuk desa. Semua diarahkan melalui akses satu jalan saja. Untuk penjagaan, pihaknya akan menugaskan Linmas yang akan dibantu oleh pemuda.

“Sementara kami sepakati hingga Lebaran. Tetapi masih menunggu kabar nasional terkait perkembangan Covid-19. Jadi sementara hanya warga sini saja yang boleh lewat. Jika sudah membaik dan dirasa cukup ya kami buka seperti biasa,” ungkap Sulis sapaan akrabnya.

Baca juga : Satu Warganya Positif Covid-19, Desa Kutuk Berlakukan Lockdown

Dia juga menambahakan, warga RW 02 Desa Ngemplik Wetan sejauh ini sudah melakukan upaya pencegahan. Dengan menyemprot jalan dan halaman rumah warga dengan disinfektan. Penyemprotan rencana akan dilakukan secara rutin satu pekan sekali.

“Kami juga sudah berjalan penyemprotan disinfektan. Untuk cairan disinfektan kami mendapat bantuan dari kelurahan. Tetapi penyemprotan kami melakukan secaya gotong royong,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pemberlakuan lockdown di Desa Ngemplik Wetan tersebut, karena ada salah satu warganya yang meninggal dan dimakamkan dengan prosedur Covid-19. Sehingga, hal tersebut membuat warga lebih waspada dan menerapkan pembatasan akes warga.


Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER