Kisah Sutikno, Penjual Telur Gulung Legendaris di Keling Jepara

BETANEWS.ID, JEPARA – Setiap sore, di depan Rama 88 Kelet, Jepara, aroma telur gulung yang baru matang menguar, memanggil siapa saja yang melintas. Di balik gerobak pikulan sederhana, Sutekno (46) dengan cekatan menggulung telur, menyajikan jajanan yang sejak lama menjadi teman setia anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Usaha ini dirintis sejak 2004, ketika Sutekno berkeliling Desa Kelet. Pagi ia menyambangi sekolah, siang hingga sore berkeliling kampung. Dari pengamatan sederhana—anak-anak yang gemar olahan telur—lahirlah ide telur gulung.

Baca Juga: Kisah PPPK Paruh Waktu di Jepara: Tetap Senang Meski Hanya Satu Tahun Kontrak dan Tak Ada Kenaikan Gaji 

-Advertisement-

Inovasi itu diterima hangat, bahkan melahirkan variasi baru: sosis telur, permintaan pelanggan yang kini jadi menu andalan.

Keunikan telur gulung Sutekno terletak pada resepnya. Tanpa campuran tepung, ia hanya mengandalkan telur segar, bawang putih halus, rempah pilihan, dan sedikit Royco.

Setiap hari, empat kilogram telur habis digulung menjadi jajanan gurih yang tak membosankan. Harga pun terjangkau, Rp1.000 untuk telur gulung, Rp2.000 untuk sosis telur.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Pedagang Telur Gulung Kudus Bertahan di Tengah Lonjakan Harga

Setelah 19 tahun berjualan keliling, sejak 2023 Sutekno menetap di depan Rama 88. Lokasi itu kini jadi titik temu pelanggan setia.

Dengan omzet harian Rp300.000–Rp350.000, ia bermimpi membuka cabang di ruko, menambah menu, bahkan menghadirkan minuman. Bagi Sutekno, telur gulung bukan sekadar jajanan, melainkan bukti ketekunan yang terus berputar bersama harapan.

Penulis: Melly Andila Putri, Mahasiswa PPL PBSI UMK

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER