Jenazah Warganya Dimakamkan dengan SOP Covid-19, Desa Ngemplik Wetan Demak ‘Lockdown’

BETANEWS.ID, DEMAK – Sejumlah akses jalan memasuki Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak ditutup, Selasa (5/5/2020). Hal tersebut, dilakukan setelah adanya seorang warga yang meninggal dan dimakamkan dengan SOP Covid-19. Karena waswas, sehingga warga memutuskan untuk melakukan lockdown hingga Idul Fitri.

Seorang pria mengenakan sarung dengan mata terlihat sayup, memberi penjelasan kepada betanews.id tentang lockdown di desa itu. Menurutnya, warga Desa Ngemplik Wetan sudah mulai resah dengan pemberitaan penyebaran Virus Covid-19.

“Sebenarnya warga masih bisa keluar masuk, tetapi diwajibkan memakai masker. Untuk warga dari luar tidak kami izinkan masuk. Sejumlah akses jalan kami tutup, hanya satu yang di buka. Nantinya akan dijaga selama 24 jam,” jelas Ketua RW 02, yang akrab disapa Sulis itu.

-Advertisement-

Baca juga : Satu Warganya Positif Covid-19, Desa Kutuk Berlakukan Lockdown

Ketua RW yang belum tidur sejak semalam itu juga mengungkapkan, sebenarnya masih belum bisa dikatakan lockdown, hanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kemudian, warga desa masih bisa beraktivitas seperti biasa, dengan catatan menggunakan masker jika ingin keluar masuk desa.

“Jadi ini lebih tepatnya PSBB, tetapi biar lebih akrab kita sebut lockdown. Sebenarnya rencana dimulai hari Kamis (7/5/2020). Tetapi karena ada warga yang meninggal tadi malam, dan dimakamkan dengan SOP Covid-19, jadi kami percepat mulai hari ini,” terangnya.

Meski belum dinyatakan positif dan masih menunggu hasil swab, warga diimbau untuk tetap waspada serta menghindari kerumunan. Termasuk tradisi mendoakan warga yang meninggal selama tujuh hari untuk sementara ditiadakan. Warga diminta mendoakan dari rumah saja.

“Karena masih banyak warga yang datang untuk berbelasungkawa, jadi kami imbau kepada keluarga yang ikut merawat untuk menjaga jarak dengan warga yang datang. Semalam saat pemakaman juga masih banyak warga yang ikut menunggu jenazah, tetapi diminta jaga jarak,” jelas warga RT 04 RW 02 itu.

Baca juga : Desa Ternadi Kudus Berlakukan ‘Lockdown’

Sulis juga menambahkan, jika warganya yang meninggal tersebut memang sudah sakit sejak lama. Kurang kebih sekitar enam bulan sudah sakit di rumah. Jadi memang ada sekitar enam penyakit penyerta.

“Memang sudah sakit komplikasi sejak lama. Dua pekan sebelum Ramadan juga ketemu saya, dan kondisinya memang belum membaik. Apapun hasil tesnya, kami tetap akan melanjutkan pembatasan demi kebaikan bersama,” tegasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER