BETANEWS.ID, KUDUS – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq turut meninjau pengolahan sampah dengan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) milik PT Pura Group saat kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kudus, Jumat (26/12/2025).
Pengolahan sampah RDF milik pabrik kertas tersebut mendapat apresiasi langsung dari Menteri Hanif. Ia menilai langkah PT Pura mengelola sampah secara mandiri menjadi contoh baik bagi dunia industri dalam mendukung pengelolaan sampah daerah.
Baca Juga: Disorot Menteri LH, Kudus Masuk Kategori Kabupaten Kotor di Indonesia
“PT Pura ini sudah memiliki komitmen dengan kami. Mereka siap membantu penanganan sampah di Kudus, dan itu sangat kami apresiasi,” ujar Hanif di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tanjungrejo.
Hanif juga mendorong agar kapasitas pengolahan RDF milik PT Pura dapat ditingkatkan pada tahun depan. Menurutnya, peningkatan kapasitas sangat dibutuhkan untuk membantu mengurangi beban sampah di Kabupaten Kudus.
“Kami berharap kapasitasnya bisa ditingkatkan menjadi dua kali lipat dari yang ada sekarang,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur HR-GA Pura Group Kudus, Agung Subani, menjelaskan bahwa saat ini perusahaannya telah mengelola sampah secara mandiri menggunakan teknologi RDF. Sistem tersebut telah berjalan selama enam bulan dan berlokasi berdampingan dengan TPA Tanjungrejo.
“Sejak enam bulan lalu, Pura Group sudah mampu mengolah sampahnya sendiri dengan teknologi RDF. Saat ini kapasitasnya mencapai 25 ton per hari,” jelas Subani.
Terkait permintaan Menteri Lingkungan Hidup agar PT Pura turut berkontribusi dalam penanganan sampah daerah, Subani menyatakan pihak manajemen siap mendukung penuh. Dalam jangka pendek, sekitar 50 persen kapasitas RDF akan dialokasikan untuk mengolah sampah milik Pemerintah Kabupaten Kudus.
Ke depan, Pura Group juga berencana meningkatkan kapasitas pengolahan dengan melakukan investasi tambahan. Salah satunya melalui pembelian lahan baru di sekitar lokasi RDF yang ada saat ini.
“Rencananya kami akan berinvestasi lahan di sebelah lokasi RDF Pura Group untuk menambah lini produksi baru, sehingga kapasitas pengolahan bisa ditingkatkan,” bebernya.
Baca Juga: TPA Tanjungrejo Overload, Menteri LH Siapkan Sanksi untuk Kudus
Menurut Subani, teknologi RDF sangat efektif karena hampir seluruh sampah yang masuk dapat diolah. Baik sampah berukuran besar maupun kecil dapat terserap secara maksimal dalam proses tersebut.
“Sampah berdimensi besar dibentuk menjadi bal, sedangkan yang kecil diolah dalam bentuk curah. Praktis hanya menyisakan kadar air sebagai residu,” ungkapnya.
Editor: Haikal Rosyada

