Meski Awalnya Terpaksa dan Kesulitan, Yusuf Kini Sukses Lanjutkan Usaha Sang Ayah

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria mengenakan kaus oblong coklat tampak sedang sibuk di ruang belakang sebuah rumah berwarna kuning. Pria itu terlihat mengangkat keciput dan menuangkan ke dalam dandang besar. Kemudian dia memasukkan keciput yang sudah dikemas ke dalam kardus. Pria tersebut yakni Yusuf Budi Setiawan (36) generasi ke dua usaha dagang (UD) Baskuni Jaya.

Sembari melakukan aktivitasnya, pria yang akrab Yusuf itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, melanjutkan usaha yang dirintis ayahnya sejak 18 tahun silam. Setelah usaha itu dirintis oleh ayahnya lima tahun sebelumnya. Diakuinya, sebenarnya saat itu merasa terpaksa melanjutkan usaha ayahnya tersebut.

Beberapa pekerja di UD Baskuni Jaya sedang memotong bahan keciput. Foto : Rabu Sipan

“Pada 18 tahun silam, ayah saya meninggal dunia. Dan ketika itu saya juga baru lulus SMA. Karena saya anak pertama, mau tidak mau aku yang harus terjun melanjutkan usaha orang tua saya,” ujar Yusuf kepada betanews.id, Selasa (5/5/2020).

-Advertisement-

Baca juga : Andalkan Resep Leluhur, Keciput Baskuni Jaya Tetap Bertahan Lebih dari Dua Dasawarsa

Sebenarnya, katanya, setelah lulus SMA dirinya ada rencana untuk kuliah. Seandainya tidak kuliah, pilihannya adalah kerja di pabrik. Namun sayang nasib berkata lain. Sejak ayahnya berpulang, Yusuf yang harus bertanggung jawab melanjutkan usaha UD Baskuni Jaya.

UD Baskuni Jaya, terangnya, memproduksi keciput, widaran, jumputan serta kacang bawang. Dia mengaku, pertama melanjutkan usaha ayahnya itu mengalami kesulitan. Bukan karena membuat produknya, namun lebih karena jaringan pemasarannya.

“Sebab semasa ayah masih hidup itu, pemasaran produk dipegang ayah semua. Kalau resep dan memproduksi aneka camilan saya sudah paham, karena memang sering bantu di bagian produksi,” bebernya.

Sehingga, tambah Yusuf, saat itu dirinya harus mencari semua nota penjualan aneka produk Baskuni Jaya. Dengan nota itu, kata dia, mencari semua pelanggan ayahnya dan meyakinkan pada mereka agar tetap mau berlangganan serta memastikan bahwa cita rasa produk Baskuni Jaya tetap sama dan tidak berubah.

“Saya bersyukur, karena semua pelanggan tetap percaya dan tetap berlangganan. Bahkan sejak saya pegang permintaan meningkat,” ujar pria yang tercatat sebagai warga Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tersebut.

Dia mengungkapkan, produk camilan Baskuni Jaya dikenal bergambar donal bebek dan bercita rasa khas. Keciputnya rasa original, renyah, manis, gurih, dengan rasa wijen. Widaran rasanya asin dan gurih.

Baca juga : Kopi Muria Wilhelmina Aman Dinikmati Bagi Penderita Lambung

Sedangkan jumputan dan kacang punya rasa yang sama yakni rasa bawang. Untuk harga urainya, keciput dijual dengan harga Rp 54 ribu per kilogram. Wedaran dibanderol Rp 64 ribu per kilogram. Sedangkan jumputan dihargai Rp 12 ribu per kemasan.

“Keciput dan wedaran tersedia juga dalam kemasan setengah dan seperempat kilogram. Kami juga melayani pembelian ecer maupun grosir,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, Baskuni Jaya punya pelanggan sekitar 50 toko yang tersebar di Kudus, Demak, Jepara, Pati dan daeah lainnya. Di hari biasa tuturnya, Baskuni Jaya mampu memproduksi 50 kilogram adonan sepakan dua kali.

Sedangkan sepekan menjelang puasa tambahnya, produksinya meningkat yakni 50 kilogram sehari. “Adonan 50 kilogram tersebut setelah digoreng bisa jadi satu kwintal camilan,” bebernya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER