31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Capaian IKD Kudus Baru 6,77%, Keamanan Data Jadi Sebab Masyarakat Takut Aktivasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Capaian Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Kudus saat ini masih minim. Hingga Rabu (24/12/2025) realisasi capaian baru mencapai 6,77 persen atau 44.257 jiwa yang sudah mengaktivasi layanan digital itu.

Padahal sebelumnya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus telah menargetkan 35 persen atau sekitar 200 ribu warga Kudus bisa mengaktifkan layanan tersebut.

Baca Juga: Kantor Biro Umroh AWG Kudus Disegel Bank, Bagaimana Nasib Uang Jemaah?

-Advertisement-

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kabupaten Kudus, Muhammad Sholeh menyampaikan, bahwa saat ini capaian realisasi IKD masih minim. Beberapa faktor mempengaruhi adanya capaian itu masih di bawah target.

“Sebetulnya untuk target kami adalah 30 persen dari wajib KTP yang sudah melakukan perekaman. Target itu masih jauh dari apa yang sudah melakukan perekaman KTP di Kabupaten Kudus,” bebernya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (23/12/2025).

Ia menjelaskan, target tersebut akan terus berjalan seiring dengan total perekaman yang dilakukan. Semakin banyak yang melakukan perekaman E-KTP, akan semakin banyak pula target yang harus dicapai.

“Upaya yang kita lakukan ini mengimbau bagi yang melakukan perekaman sekaligus mengurus dan mengaktivasi IKD. Namun di lapangan tidak semudah yang kami pikirkan,” ungkapnya.

Sebagian besar permasalahan, katanya, gawai milik pendaftar tidak suport untuk melakukan aktivasi IKD. Kemudian banyak juga masyarakat ketika melakukan perekaman E-KTP tidak membawa handphone.

“Jadi upaya kita untuk mencapai target itu agak kesulitan. Karena yang melakukan pelayanan menjawab seperti itu, dan kami tidak bisa memaksa mereka,” terangnya.

Tak hanya itu, Sholeh menyebut, bahwa banyak masyarakat yang masih awan dan takut datanya disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, ketika ganti handphone maupun hilang.

“Padahal sudah kami sampaikan, ketika pin handphone tidak tidak diberikan kepada orang lain, ya Insyaallah aman. Mereka masih banyak yang mempertanyakan keamanan, masyarakat masih awan dan takut akan hal itu, ketika mengaktivasi IKD,” jelasnya.

Baca Juga: Pencegahan Stunting, Mahasiswa KKN UMKU Kenalkan Puding Daun Kelor Ramah Anak

Sejauh ini pihaknya telah mengupaykan agar capaian IKD bisa mencapai target. Jempu bola ke beberapa perkantoran, instansi, hingga perusahaan juga telah dilakukan untuk mencapai target tersebut.

“Kami sudah melakukan jemput bola, termasuk yang pegawai sudah kami sisir semua. terakhir kami terjun ke puskesmas di seluruh Kabupaten Kudus, termasuk rumah sakit swasta, perusahaan seperti PT Pura, PT Djarum, dan PT Nojorono juga sudah kami sasar,” tuturnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER