BETANEWS.ID, KUDUS – Kantor Biro Umroh Amanah Wisata Grup (AWG) yang ada di RT 4 RW 3, Dukuh Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus disegel bank. Penyegelan tersebut diduga karena adanya wanprestasi pembayaran angsuran hutang.
Kantor AWG dua lantai kini ditempeli banner oleh pihak Bank Nano Syariah selaku penyegel. Pada banner tersebut bertuliskan, “Aset ini dalam penguasaan dan pengawasan Bank Nano Syariah.
Baca Juga: Prihatin Angka Perceraian Tinggi, Ketua PKK Kudus Upayakan Pencegahan Perkawinan Dini
Di banner tersebut juga ada tulisan peringatan dengan latar merah yang berbunyi “Dilarang!!!” Memasuki, merusak, melakukan kegiatan, memanfaatkan, menggunakan dan/menduduki aset ini. Barang siapa melanggar peringatan ini, dapat diancam sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan yang berlaku.
Serta, barang siapa mencabut, merusak, menghilangkan pemberitahuan larangan ini dapat diancam pidana, sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Saat dikonfirmasi, salah satu karyaaan Biro Umroh Amanah Wisata Grup, Jumadi membenarkan penyegelan kantor tempatnya bekerja oleh pihak bank. Menurutnya, penyegelan tersebut kurang lebih sudah satu bulan.
“Penyegelan oleh pihak bank dengan pemasangan banner itu kurang lebih satu bulan yang lalu. Disegel karena belum membayar angsuran di Bank Nano Syariah,” ujar Jumadi kepada awak media, Selasa (23/12/2025).
Namun, Jumadi mengaku tidak mengetahui besaran tunggakan angsuran atau nominal hutang pihak AWG ke Bank Nano. Karena hal tersebut bukan kapasitasnya untuk menjawab.
“Nominal hutangnya saya tidak tahu. Apakah, puluhan juta atau ratusan juta rupiah, kami gak tahu,” bebernya.
Disinggung apakah biro umroh AWG masih beroperasi, Jumadi mengatakan, sebelumnya masih beroperasi dan masih memberangkatkan jemaah umroh. Namun, per November 2025 sudah tak beroperasi.
“Per November kemarin kami sudah tutup, tidak beroperasi lagi. Hal itu dikarenakan, secara finansial kita sudah terlalu banyak tanggungan,” bebernya.
Baca Juga: Okupansi Pijar Park Tembus 100 Persen di Libur Nataru
Biro umroh AWG tengah jadi sorotan. Selain penyegelan kantor oleh pihak bank, biro umroh tersebut diduga wanprestasi karena gagal memberangkatkan belasan bahkan jemaah. Kini nasib belasan jemaah umroh tersebut belum jelas kapan uangnya dikembalikan.
Saat ini masih ada 18 nasabah yang gagal berangkat umroh dan menanti pengembalian uang mereka oleh AWG. Para nasabah tersebut dijanjikan pengembalian uang maksimal Januari 2026.
Editor: Haikal Rosyada

