31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Sering Kebanjiran, Desa Karangrowo Kudus Terima Bantuan Perahu Karet dan Peralatan Siaga Bencana

BETANEWS.ID, KUDUS – Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, yang kerap terdampak banjir, mendapat bantuan sarana penanggulangan bencana dari PLN Peduli, Jumat (19/12/2025). Bantuan tersebut berupa perahu karet, pelampung, serta seperangkat alat komunikasi handy talky (HT) untuk mendukung kesiapsiagaan desa dalam menghadapi bencana banjir.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN. Apalagi, Desa Karangrowo merupakan desa yang dekat dengan area gardu induk PLN di Kudus. 

Baca Juga: Kenalan Lewat Medsos, Dua Anak di Kudus Jadi Korban Persetubuhan

-Advertisement-

Manajer Komunikasi dan TJSL Unit Induk Transmisi Bagian Tengah PLN, Irfan Saputra mengatakan, Kudus menjadi salah satu wilayah prioritas karena masuk dalam peta daerah rawan bencana. Dnegan kesiapsiagaan penanggulangan dapat meminimalisir dampak kejadian. 

“Kudus memiliki tren kejadian banjir. Karena itu kami fokus pada mitigasi bencana, salah satunya melalui penguatan penanganan saat bencana terjadi,” bebernya.

Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa peralatan seperti perahu karet dan alat keselamatan, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan penanggulangan bencana banjir bagi relawan.

“Khusus Desa Karangrowo, selain rawan banjir juga berada dekat dengan aset vital kami, seperti Gardu Induk Kudus dan jalur SUTT. Karena itu kami konsen di wilayah ring satu aset PLN,” jelas Irfan.

PLN berharap terjalin sinergi yang kuat antara masyarakat, BPBD, dan PLN dalam penanggulangan bencana. Saat terjadi banjir, koordinasi dilakukan tidak hanya untuk keselamatan warga, tetapi juga pengamanan aset dan menjaga suplai listrik agar tetap aman.

“Kami juga ingin masyarakat memiliki kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. Sehingga dampak bencana bisa diminimalisir,” tambahnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko mengatakan, bantuan tersebut disesuaikan dengan karakteristik wilayah Karangrowo yang hampir setiap tahun mengalami banjir.

“Desa Karangrowo memang termasuk wilayah yang sering terdampak banjir. Karena itu bantuan peralatan yang diberikan juga kami sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Eko menyebutkan, secara umum kondisi cuaca di Kabupaten Kudus pada Desember hingga Januari masih terpantau relatif normal. Intensitas hujan yang terjadi sejauh ini masih bersifat landai dan belum menunjukkan potensi ekstrem.

Meski demikian, BPBD Kudus telah memetakan wilayah rawan bencana sebagai langkah mitigasi. Untuk bencana banjir, terdapat enam kecamatan dengan total 33 desa rawan, yakni Kecamatan Jekulo, Mejobo, Undaan, Jati, Kaliwungu, dan Bae. Sementara itu, Kecamatan Dawe dan Gebog dengan 17 desa masuk kategori rawan longsor.

“Kesiapsiagaan sudah kami awali sejak 4 November, khususnya untuk tim rescue. Relawan Destana yang belum terdaftar juga kami dorong untuk segera masuk dalam sistem,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karangrowo menyampaikan terimakasihnya atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, sebagai desa rawan banjir, dukungan sarana dan prasarana sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas Desa Tangguh Bencana (Destana).

“Bantuan CSR ini sangat membantu. Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN Peduli,” ujarnya.

Baca Juga: Pergerakan Penumpang Nataru di Terminal Jati Diperkirakan Menyebar

Ia menambahkan, Desa Karangrowo sebelumnya telah memiliki dua perahu. Dengan tambahan bantuan ini, kini terdapat tiga perahu yang dapat digunakan untuk penanggulangan bencana banjir, mengingat wilayah desa yang cukup luas.

“Harapan kami, penanggulangan bencana banjir bukan hanya tugas Destana, tapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER