BETANEWS.ID, KUDUS – Ribuan warga Kudus mengikuti Napak Tilas Laku KHR Asnawi dalam rangka Haul ke-68 KHR Asnawi, Jumat (12/12/2025). Dengan mengusung tema “Suluh Peradaban: Mulat Ngelmu dan Laku”, kegiatan ini menjadi ruang batin dan kebudayaan untuk meneladani kesungguhan perjuangannya.
Peserta mulai melakukan perjalanan dari Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin, Bendan, Kerjasan, dan berakhir di kompleks Makam Sunan Muria. Rute ini menapak jejak laku KHR Asnawi yang dahulu berjalan sekitar 15 kilometer setiap Jumat untuk mengajar dan membimbing masyarakat di pegunungan Muria.
Baca Juga: 39 Kopdes di Kudus Sudah Masuk Tahap Pembangunan
Kegiatan ini diikuti sekitar 1.000 peserta dari Ansor, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa, Fatayat, santri Bendan, santri Qudsiyyah, hingga Jamaah Menara Kudus. Kebersamaan antarlintas ini menjadi simbol bahwa warisan KHR Asnawi tetap menjadi suluh peradaban yang menyatukan umat hingga saat ini.
Panitia, Muhammad Zaenuri menegaskan, napak tilas ini bukan hanya sekedar karnaval atau kegiatan seremonial semata, melainkan perjalanan dengan adab, ketenangan, dan kesadaran spiritual. Setiap langkah diharapkan menjadi tirakat, tafakkur, dan usaha memahami kembali keluhuran perjuangan KHR Asnawi.
Menurutnya, Haul ke-68 KHR Asnawi menjadi momentum penting bagi santri, utamanya di Kabupaten Kudus.
“Bisa berkumpul di Pondok Bendan dan mengikuti napak tilas merupakan bentuk penghormatan atas perjuangan dan kegigihan KHR Asnawi dalam mengembangkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya.
Ia mengucapkan terimakasihnya kepada Bupati Kudus yang menyempatkan hadir di tengah kesibukannya. Zaenuri mengingatkan bahwa KHR Asnawi memiliki catatan sejarah sebagai ulama yang konsisten mengajar masyarakat pegunungan setiap Jumat.
“Harapannya, generasi sekarang mengambil pelajaran mendalam dari sini. Napak tilas bukan hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual untuk menghayati betapa berat perjuangan beliau dalam membimbing umat,” tandasnya.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan, dukungannya terhadap semangat para santri yang mengikuti kegiatan ini.
“KHR Asnawi melakukan laku dalam mensyiarkan agama Islam. Kita sebagai generasi muda harus melanjutkan apa yang telah beliau lakukan. Napak tilas ini menjadi pengingat sekaligus peringatan haul ke-68 beliau,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan berjalan lancar dan seluruh peserta diimbau menjaga ketertiban. Sebab, melalui kegiatan Napak tilas laku, dapat menjadi sprit semangat untuk meneladani sosok salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.
“Kegiatan ini memberi ruang kepada anak muda untuk mempelajari laku dan ajaran beliau, sehingga bisa menumbuhkan sikap tawaduk. Napak tilas ini juga menjadi trade mark yang diselenggarakan setiap tahun dari Bendan sampai Colo,” tambahnya.
Cicit KHR Asnawi, Khafid Asnawi menyampaikan, napak tilas ini bukan hanya agenda simbolik, tetapi pengingat betapa berat perjuangan leluhur mereka dalam menyebarkan ilmu agama.
“Laku Mbah Asnawi dari Bendan ke makam Sunan Muria adalah perjalanan yang dapat ditiru dan dirasakan oleh para santri. Dahulu perjuangan beliau dalam menyebarkan ilmu sangat berat, tidak mudah seperti sekarang,” jelasnya.
Baca Juga: Tak Ada Pesta Kembang Api, Pemkab Kudus Bakal Gelar Doa Bersama di Malam Pergantian Tahun 2026
Menurutnya, santri harus meneladani keteguhan itu. Ia mengimbau kepada para santri, di manapun mereka berada dan sesulit ada keadaanya agar terus menyebarkan agama Islam.
Diketahui, seluruh rangkaian Haul ke-68 KHR Asnawi tahun 1447 H/2025 M dipusatkan di Pondok Pesantren Bendan dan makam beliau. Kegiatan meliputi halaqah turats karya-karya KHR Asnawi, ziarah muasssis, bahtsul masail oleh LBM PCNU Kudus, napak tilas hingga Masjid Sunan Muria, serta 68 khataman oleh IKAQ. Haul ditutup dengan tahlil umum, pengajian, dan pitutur luhur.
Editor: Haikal Rosyada

