BETANEWS.ID, PATI – Di tengah gempuran harga kebutuhan yang terus melambung, sebuah warung sederhana di Pati, menjadi oase kebaikan. Mi Ayam 5000, demikian nama warung milik Rustin, yang menarik perhatian karena konsisten menjual seporsi mi ayam yang lezat dengan harga yang nyaris tak masuk akal, hanya Rp5.000.
Padahal, harga normal mi ayam ini, dulunya Rp10.000. Lantas, apa yang membuat Ibu Rustin rela memangkas keuntungannya hingga 50 persen?
Baca Juga: Sajian Laut Bumbu Padang Partner Seafood Bikin Ketagihan
Rustin, yang membuka warung mi ayam di samping Kantor Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu (Jalan Pati-Tlogowungu) bercerita, bahwa keputusan besar ini lahir dari naluri keibuannya dan rasa prihatin yang mendalam.
Semua bermula saat warungnya masih dibuka di rumah, sekitar empat tahun lalu.
“Awalnya itu, teman-teman anakku saat main, kalau beli, ada yang bilang uang saku tinggal Rp5.000, bagaimana kalau beli Rp5.000 boleh tidak,” kenang Rustin.
Melihat kondisi anak-anak yang uang sakunya pas-pasan, apalagi lokasi rumahnya dekat dengan sekolah dan pondok pesantren, naluri keibuannya tak tega menolak.
“Naluri ibu ya nggak apa-apa. Kemudian dari situ timbul gimana kalau buka Rp5.000. Alhamdulillah banyak peminatnya,” ujarnya.
Tak hanya didorong oleh kepedulian pada anak-anak, Rustin juga menyadari betapa beratnya tekanan ekonomi saat ini. Ia berkaca dari pengalamannya sendiri saat jajan bersama keluarga.
“Terus pengalaman saya sendiri, jajan biasanya 4 orang, kalau satu mi Rp10 ribu atau Rp12 ribu, bawa uang Rp100 ribu itu pas. Zaman sekarang itu ekonomi nggak baik, jadi (saya ingin) meminimalisir pembeli supaya bisa menikmati bersama keluarga dengan jajan relatif murah,” jelasnya.
Keputusan menjual Rp5.000 adalah caranya untuk memastikan masyarakat, terutama keluarga dengan dana terbatas, tetap bisa menikmati makanan lezat tanpa harus menguras dompet.
Meskipun harganya dipotong drastis, warung yang buka setiap sore, pukul 16.00 hingga 23.00 WIB ini selalu dipadati pembeli. Dalam sehari, Rustin bisa menghabiskan 6 hingga 7 kilogram mi, yang jika dihitung bisa mencapai 150 hingga 175 porsi mie ayam.
“Insyaallah soal rasa tetap sama,” tegas Rustin.
Ia menjelaskan, untuk menyesuaikan harga, ia hanya mengurangi porsi mi menjadi separuh atau sedikit lebih sedikit dari porsi harga normal, namun rasa dan kualitas ayam tetap dijaga.
Selain mi ayam biasa seharga Rp5.000, Rustin juga menjual bakso: Rp5.000, mi ayam bakso komplet Rp8.000.
Baca Juga: Luk Chup, Jajanan Imut Khas Thailand yang Mulai Digemari Warga Kudus
Salah satu pembeli, Kodari mengaku penasaran dan sengaja datang.
“Rasanya enak lezat, cocok untuk pelajar atau yang uang sakunya tipis,” katanya.
Editor: Haikal Rosyada

