31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Manfaatkan Dana Cukai, Pemkab Kudus Tingkatkan Infrastruktur Kesehatan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk memperkuat infrastruktur kesehatan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di berbagai wilayah.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan yang memanfaatkan dana cukai tersebut diharapkan memberi dampak nyata bagi warga. Ia menilai peningkatan infrastruktur menjadi kunci untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik dan merata.

Baca Juga: Gunung Muria Segera Jadi Taman Hutan Raya, Pelestarian Alam dan Peran Masyarakat Diperkuat

-Advertisement-

“Ketika infrastruktur kesehatan baik dan pelayanannya baik, maka masyarakat bisa nyaman ketika membutuhkan layanan kesehatan,” ujarnya.

Ada dua fasilitas kesehatan di Kota Kretek yang dibangun menggunakan DBHCHT tahun 2025. Kedua fasilitas kesehatan tersebut dibangun di wilayah Kecamatan Dawe yang merupakan kawasan lereng Gunung Muria.

Salah satu ruangan bangunan baru faskes di Kudus. Foto: Rabu Sipan

Antara lain, pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Colo di Desa Colo yang menelan anggaran kurang lebih sebesar Rp962 juta. Serta pembangunan di Puskesmas Rejosari, Desa Rejosari dengan anggaran kurang lebih sebesar Rp1,3 miliar.

Penggunaan dana cukai untuk pembangunan fasilitas kesehatan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Republik Indonesia (RI) Nomor 72 Tahun 2024 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Tepatnya, mengacu pada Pasal 10 Ayat 1 Bidang Kesehatan

Sementara itu, Kepala Dinkes Kudus, dr. Mustiko Wibowo melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, Amad Mochamad, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 terdapat dua fasilitas kesehatan yang dibangun menggunakan anggaran DBHCHT. Keduanya berada di wilayah Kecamatan Dawe yang selama ini masih memerlukan penguatan sarana kesehatan.

“Kami melakukan pembangunan puskesmas menggunakan anggaran dari dana cukai,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan di Puskesmas Rejosari merupakan tahap lanjutan dari gedung baru yang sudah dikerjakan dalam dua tahun sebelumnya. Sementara itu, pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Colo baru dimulai tahun ini.

Baca Juga: Pemkab Kudus Tekankan Penguatan Lembaga Kemasyarakatan Desa berupa Posyandu dan PKK hingga Tingkat RT Lewat Bimtek

“Harapan kami, pembangunan kedua puskesmas tersebut bisa meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat,” harapnya.

Dengan memanfaatkan DBHCHT secara optimal, Pemkab Kudus ingin memastikan bahwa setiap warga memiliki akses yang memadai terhadap pelayanan kesehatan. Langkah ini juga menegaskan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (adv)

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER