BETANEWS.ID, KUDUS – Fosil gading gajah purba kembali ditemukan di Bukit Patiayam oleh seorang petani di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Fosil yang diperkirakan berumur 700 ribu hingga 1,5 juta tahun itu memiliki panjang 1,5 meter dengan diameter 6-7 centimeter.
Koordinator Museum Situs Purbakala Patiayam, Jamin mengatakan, fosil berhasil diamankan ke museum pada 24 November 2025. Ekskavasi pengangkatan temuan fosil baru itu dibantu oleh tim CPAS yang kebetulan sedang melakukan ekskavasi temuan gajah purba Elephas di situs Ngasinan.
Baca Juga: Pemkab Kudus Muluskan 31 Ruas Jalan Gunakan Dana Cukai
“Temuan sebenarnya sudah dua bulan lalu, yakni sekitar Agustus. Kita menunggu proses dan kebetulan tim CPAS ke sini, kita minta bantuan untuk diikutkan sekaligus,” bebernya saat ditemui di ruang laboratorium museum, Rabu (26/11/2025).
Untuk saat ini, kata dia, fosil akan dilakukan konservasi atau perawatan berkala sebelum dipamerkan dalam display museum. Ia mengatakan, fosil gading gajah purba yang diketahui berspesies stegodon trigonochepalus itu ditemukan oleh warga Desa Terban bernama Naki (49) di lahannya.
“Temuan gading ditemukan Pak Naki, kebetulan pada masa tanam jagung kemarin tidak sengaja menemukan fosil. Awalnya dikira batu, lalu beliau lapor ke kami untuk kita tindaklanjuti dan kita cek ternyata gading, kemudian kita lapor ke pimpinan,” jelasnya.
Lokasi temuan gading stegodon trigonochepalus itu berada di sebelah Utara situs Ngasinan yang merupakan ditemukannya gajah Elephas. Jaraknya kurang lebih dari temuan pada 2024 itu sekitar 200 meter.
Baca Juga: Modernisasi Layanan Kesehatan, RS ‘Aisyiyah Hadirkan Teknologi Bedah Katarak Phaco
“Untuk umur gading ini semasa pada zaman plestosen atau sekitar 700.000 tahun hingga 1,5 juta tahun yang lalu. Jadi lebih tua dari gajah jenis Elephas yang usianya diperkirakan antara 300.000-700.000 tahun lalu,” ujarnya.
Ia menambahkan, adanya temuan itu menambah koleksi fosil yang ada di sana. Terlebih hal itu bisa menjadi aset tambahan yang bakal didisplay sebagai informasi tentang ilmu prasejarah yang pernah ada sebelumnya.
Editor: Haikal Rosyada

