BETANEWS.ID, KUDUS – Pagi hari di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, aktivitas warga mulai menggeliat. Di tepi jalan desa yang masih diselimuti embun, seorang pemuda bernama Adit (20), terlihat sibuk menyiapkan dagangannya. Dengan meja sederhana yang di tutupi dengan banner berwarna merah, Adit menjadi salah satu penjual nasi cokot yang cukup dikenal warga sekitar.
Usaha yang resmi diluncurkan pada 1 Oktober 2025 ini menawarkan konsep yang unik. Nasi dibentuk bulat, diisi lauk di tengahnya, lalu dibungkus dengan praktis sehingga mudah disantap di mana saja. Konsep ini mirip dengan burger, namun dengan sentuhan cita rasa khas nusantara karena menggunakan nasi sebagai bahan utama.
Baca Juga: Manis Pedasnya Rujak Es Krim Mas Fian Jepara Bikin Nagih, Sehari Terjual Ratusan Porsi
“Nasi Cokot ini saya buat supaya orang bisa makan nasi dengan cara yang lebih praktis. Tidak perlu piring, tidak perlu sendok. Tinggal ‘cokot’ aja,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Menu yang paling banyak diminati sejauh ini adalah varian Ayam Kemangi, yang menjadi best seller sejak pertama kali dijual. Menurut Adit, varian Ayam Kemangi dipilih karena memiliki cita rasa yang khas wangi kemangi yang segar berpadu dengan bumbu ayam yang gurih pedas.
“Nasinya saya buat supaya pulen, terus ayamnya setiap pagi saya olah baru, jadi selalu segar. Paing laris ya ayam kemangi, aroma kemanginya menciptakan sensasi rasa yang menggugah selera,” ungkapnya.
Dalam satu hari, usaha ini bisa menghabiskan hingga empat kilogram ayam untuk memenuhi permintaan pelanggan. Biasanya, Adit buka mulai pukul 05.30 hingga 17.00 WIB.
Baca Juga: Soto Kerbau Pak Achwan, Legenda Kuliner Kudus yang Tak Lekang Waktu
“Karena tingginya antusiasme pembeli, jadi seringnya sudah habis sebelum sore hari,” bebernya.
Tidak hanya melayani pembelian langsung, Nasi Cokot juga hadir di platform ShopeeFood dan GoFood untuk menjangkau pelanggan lebih luas. Menurutnya, banyak anak muda dan pekerja kantoran yang lebih memilih cara praktis memesan secara online.
Penulis: Nania Rizka Apriliyani, Mahasiswa PPL PBSI UMK
Editor: Haikal Rosyada

