31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Prihatin TPA Overload, BLDF Inisiasi Gerakan Kudus Asik dan Olah Sampah Organik 50 Ton Sehari

BETANEWS.ID, KUDUS – PT Djarum melalui Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) sejak tahun 2018 mulai fokus terhadap pengelolaan sampah organik di Kabupaten Kudus. Langkah tersebut dilakukan karena keprihatinan atas fakta bahwa Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tanjungrejo yang sudah oveload.

Apalagi, data dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus, setiap hari kurang lebih ada 200 ton sampah yang dibuang ke TPA Tanjungrejo. Dari jumlah tersebut 70 persennya merupakan sampah organik.

Baca Juga: Museum Kretek Gelar Pameran “Utsava Kretek”, Angkat Kretek Sebagai Warisan Budaya Kudus

-Advertisement-

Komitmen BLDF untuk membantu Kabupaten Kudus mengatasi persoalan sampah diwujudkan dengan mendirikan Pusat Pengolahan Organik (PPO) di OASIS Kretek Factory Kudus. Selain itu BLDF juga menginisiasi gerakan Kudus Asik (Apik dan Resik) untuk mewujudkan Kota Kretek zero sampah organik pada tahun 2030.

Staf PPO BLDF, Timothy Ariel Saputra mengatakan, Kudus Asik merupakan gerakan untuk mengurangi dan mengolah sampah organik di Kabupaten Kudus. Caranya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memilah sampahnya dan menjadi mitra Kudus Asik.

“Sampah organik itu sumber masalah dan penyakit. Ketika menumpuk akan menimbulkan bau, didatangi banyak lalat dan tentunya mencemari lingkungan,” ujar ujar Timothy kepada Betanews.id di PPO OASIS Kretek Factory Kudus, Rabu (12/11/2025).

Dia menuturkan, bahwa gerakan Kudus Asik cukup bisa diterima oleh warga Kudus. Hingga saat ini sudah ada 400 mitra yang bersedia memilah sampahnya sendiri. Terdiri dari warga biasa, pemerintah desa, restoran, hotel, instansi pemerintah dan swasta, dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), pasar tradisional dan lainnya.

“Sampah organik yang sudah terpilah, lalu diambil oleh tim Kudus Asik untuk dibawa ke PPO. Pengambilan sampah gratis, tugas mitra adalah bersedia memilah sampahnya,” tandas Timothy.

Dia mengungkapkan, bahwa jumlah sampah yang diangkut ke PPO OASIS Kretek Factory cukup banyak. Dalam sehari kurang lebih ada 50 ton sampah organik yang diolah menjadi humisoil atau yang akrab disebut kompos..

Timothy menambahkan, sampah organik yang sampai di PPO akan dicacah dengan ukuran diamater lima sentimeter. Ketika sudah tercacah sampah dicampur dengan kotoran ayam dan arang.

“Setelah itu akan dimasukan ke dalam silinder mixer dan diberi bakteri anaerob. Lalu sampah organik akan difermentasi selama enam bulan dan siap digunakan sebagai humisoil (kompos),” jelasnya.

Dia mengatakan, kompos yang dihasilkan biasanya digunakan untuk mendukung program penghijauan BLDF. Selain itu juga dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan kompos gratis bisa datang langsung ke PPO OASIS Kretek Factory. Selain itu juga menghubungi call center Kudus Asik di nomor 08112982299,” imbuhnya.

Baca Juga: Pemkab Kudus Bakal Kaji Ulang Sewa Terminal Kargo Jati

Dengan mampu mengolah sampah organik sebanyak 50 ton sehari, gerakan Kudus Asik sangat bermanfaat bagi Kota Kretek. Keberadaan PPO juga diapresiasi oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat berkunjung pada Kamis (3/7/2025).

Apalagi awal tahun 2025, TPA Tanjungrejo pernah disegel warga karena sudah overload. Saat itu, Kudus bahkan disebut darurat sampah.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER