BETANEWS.ID, JEPARA – Akses transportasi di Pulau Karimunjawa akhirnya semakin mudah, setelah adanya bantuan transportasi umum rintisan berupa empat unit bus dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Selama ini, baik masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Karimunjawa hanya mengandalkan kendaraan pribadi atau kendaraan sewa.
Baca Juga: Dua Bulan Dibongkar, Jembatan Kanal Jepara Akhirnya Dibuka
Bantuan empat unit bus tersebut direncanakan mulia beroperasi pada tahun depan, dengan rute Karimunjawa-Kemujan.
Hal itu diumumkan langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat melaksanakan agenda Bupati Ngantor di Desa di Pulau Nyamuk, Kecamatan Karimunjawa pada Kamis, (6/11/2025).
Wiwit mengatakan pembangunan sektor transportasi menjadi pondasi penting untuk menggerakkan ekonomi dan pariwisata masyarakat Kepulauan Karimunjawa.
“Kita akan membuka transportasi darat antara Karimunjawa dan Kemujan. Insyaallah jalur bus ini akan berjalan tahun mendatang,” kata Wiwit.
Terpisah, Kepala Bidang Angkutan Darat pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara, Heru Purwanto mengatakan bantuan transportasi dari Karimunjawa-Kemujan tertuang dalam Surat Keputusan dari Direktur Jendral Perhubungan Darat Nomor : KP-DRJD 5188 Tahun 2025 tentang Penetapan Jaringan Trayek Angkutan Orang Yang Digunakan Untuk Penyelenggaraan Angkutan Jalan Perintis Tahun 2026.
Di Karimunjawa rute yang dilayani yaitu dari Pelabuhan Penyeberangan Karimunjawa – Bandara Dewandaru – Desa Kemujan – Pelabuhan Legon Bajak dengan jarak 55 (KM) PP (Pulang Pergi).
Untuk menindaklanjuti program itu, pada Bulan Desember 2025 mendatang Heru mengatakan dari Kemenhub akan melakukan survei finalisasi trayek.
“Rencana operasional angkutan perintis yaitu tanggal 1 Januari Tahun 2026. Mengenai jam operasional, masih menunggu informasi dari hasil proses lelang di Kementrian Perhubungan,” kata Heru melalui pesan tertulis.
Baca Juga: 700 Penerima Bansos di Jepara Terindikasi Main Judol
Jumlah armada yang akan dioperasionalkan yaitu sebanyak 4 unit jenis minibus atau elf dengan kapasitas sebanyak 15-19 Orang Penumpang. Kemudian terkait harga tiket, Heru menjelaskan masih menunggu hasil lelang oleh Kemenhub.
“Pembiayaan angkutan perintis ini sepenuhnya di tanggung oleh Kementerian Perhubungan mulai dari pengadaan kendaraan atau lelang, perawatan serta operasional,” pungkas Heru.
Editor: Haikal Rosyada

