BETANEWS.ID, JEPARA – Menjelang senja di Jalan Raya Kelet, Jepara, aroma gurih bercampur asam pedas tercium dari sebuah outlet sederhana yang tampak selalu ramai pengunjung. Outlet bertuliskan “Es Teler Amanda & Odang Odeng” itu kini menjadi tempat nongkrong baru yang sedang naik daun di kalangan anak muda Kelet.
Eva (26), pemilik sekaligus peracik utama, mengatakan, eski terbilang baru, usaha tersebut sudah viral di media sosial, terutama TikTok.
Baca Juga: Awet Tanpa Pengawet, Bubur Eni Terjual Puluhan Kilogram Sehari
“Odang odeng di sini beda dari yang lain. Kuahnya tom yam, rasanya asam, pedas, dan gurih. Pelanggan bisa ambil sendiri, sistemnya prasmanan,” ujar Eva saat ditemui beberapa waktu lalu.
Tak hanya menu kuah pedasnya, es teler Amanda juga jadi primadona. Campuran buah-buahan premium dan kuah susu yang baru dibuat saat dipesan, membuat sensasi segarnya berbeda.
“Es teler di sini benar-benar fresh, creamy, dan buahnya nggak asal-asalan,” tambahnya.
Menurutnya, dengan harga Rp10.000 hingga Rp15.000 untuk es teler dan Rp5.000 hingga Rp20.000 untuk odang odeng, pelanggan merasa puas dengan cita rasa yang sebanding. Ia mengaku, setiap hari buka mulai pukul 13.00 hingga 21.00 WIB dan nyaris tak pernah sepi pembeli.
Eva bercerita, bahwa ide awal muncul setelah melihat temannya berjualan odang odeng di Tayu. Melihat usaha temannya yang selalu ramai pembeli, akhirnya ia memutuskan untuk ikut membuka usaha yang sama.
“Saya lihat teman jualan di Tayu rame banget. Di Kelet belum ada yang jual, akhirnya saya coba buka bareng teman. Nggak nyangka viral lewat TikTok,” ungkap Eva.
Video-video buatan Eva di TikTok menampilkan proses pembuatan es teler dan odang odeng dengan tampilan menggugah selera. Alhasil, strategi promosi kreatif ini berhasil menarik perhatian warganet dan mendatangkan pelanggan baru setiap harinya.
Meski usahanya tergolong baru, Eva sudah memegang prinsip yang kuat dalam berbisnis. Baginya, kesuksesan bukan hanya soal omzet, tapi soal kepercayaan. Itulah yang membuat pelanggan kembali lagi dan lagi.
“Saya bersaing dengan sehat. Yang penting jaga kualitas makanan, ramah sama pelanggan, dan jangan pernah asal-asalan. Pelanggan tahu mana yang tulus dan mana yang asal jualan,” tegasnya.
Baca Juga: Kukusan Ami, Kuliner Sehat yang Selalu Ramai di Timur Alun-alun Tayu Pati
Eva juga menambahkan, melihat usahanya yang sudah semakin dikenal, ia berencana untuk buka cabang.
“Semoga usaha ini bisa konsisten, makin ramai, dan berkembang lebih baik. Kalau bisa nanti buka cabang juga,” ujarnya sambil tersenyum.
Penulis: Melly Andila Putri, Mahasiswa PPL PBSI UMK
Editor: Haikal Rosyada

