Air PDAM Wilayah Jepara Selatan Ditarget Mengalir Bulan Depan

BETANEWS.ID, JEPARA – Sudah 10 tahun lebih, pelanggan PDAM di wilayah Jepara bagian selatan selalu mengeluh hampir sepanjang tahun. Sebab, sumber air dari PDAM sering tidak mengalir dengan lancar.

Terkadang, jika mengalir pun, air nya berwarna keruh. Sehingga, untuk mencukupi kebutuhan air, banyak warga yang harus membeli air galon atau mengandalkan dropping atau kiriman air.

Baca Juga: Oven Pengering Kayu di Lebak Jepara Terbakar, Petugas Butuh Waktu 4 Jam Jinakkan Api

-Advertisement-

Direktur Utama PDAM Jepara atau Perumda Tirta Jungporo, Lukman Hakim menjelaskan untuk mengatasi krisis air di wilayah selatan, beberapa waktu lalu ia sudah mengumpulkan tujuh kepala desa serta beberapa stakeholder terkait.

Dari tujuh kepala desa, lima diantaranya merupakan desa terdampak. Yaitu Desa Kedungmalang, Karangaji, Tedunan Kecamatan Kedung; Desa Kali Ombo Kecamatan Pecangaan; dan Desa Ujung Pandan Kecamatan Welahan.

“Kita sudah menyiapkan skema untuk mengatasi masalah air di wilayah selatan II. Karena ini kondisi yang sudah berjalan dan terjadi bertahun-tahun, sekitar 10 tahun, kita menawarkan dua pendekatan,” kata Lukman saat ditemui di Kantor Perumda Tirta Jungporo, Kamis (23/10/2025).

Dua pendekatan yang akan dilakukan yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, langkah yang dilakukan yaitu dengan memaksimalkan sumber air dari empat sumur existing yang sudah dimiliki.

Yaitu Sumur di Desa Gedangan, Kecamatan Welahan yang memiliki potensi air sebesar 15 liter/detik. Sumur Kalipucang, Kecamatan Welahan dengan potensi air 12 liter/detik. Sumur Purwogondo, Kecamatan Kalinyamatan dengan potensi air 10 liter/detik. Serta Sumur Batam di Desa Dongos dengan potensi air 8 liter/detik.

Jika ditotal, empat sumber air itu memiliki kapasitas air 45 liter per detik. Untuk 1 liter air per detik, menurutnya mampu melayani 80 Sambungan Rumah (SR).

“Jumlah pelanggan PDAM di lima desa itu 4.062 SR. Jika dikalikan itu baru bisa melayani 3.600 SR, karena kebutuhannya paling tidak 51 liter per detik, atau masih defisit 6 liter per detik,” jelas Lukman.

Untuk mengatasi kekurangan sumber air itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berencana untuk membangun dua sumur baru di Desa Wanusobo dan Jondang, Kecamatan Kedung pada tahun 2026 mendatang.

“Dua sumur itu, masing-masing diperkirakan bisa menghasilkan air 5-7 liter per detik, itu rencana jangka panjang untuk tahun depan,” ungkapnya.

Kemudian untuk memastikan pasokan air bisa mengalir, Sumur di Desa Gedangan akan difokuskan untuk pelanggan di Desa Ujung Pandan dengan jumlah sambungan mencapai 1.722 SR.

“Karena jaraknya ini lumayan jauh, nanti akan kita pasang pompa booster, sehingga tekanan airnya bisa lebih kencang dan bisa mengalir sampai ke Desa Ujung Pandan,” katanya.

Sementara untuk Sumur Purwogondo dan Kalipucang akan difokuskan untuk mengisi air di Instalasi Pengolahan Air (IPAL) yang berada di Bendungan Bongpes, Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan.

“IPAL yang ada disana itu sudah 20 tahun tidak diganti. Sehingga saat di isi, airnya itu keruh seperti teh. Itu nanti akan kita ganti, dan digunakan untuk mengaliri air di Desa Kedungmalang, Kali Ombo, dan Karangaji,” lanjutnya.

Baca Juga: Ketua DPRD Jepara Sebut Santri Harus Jadi Garda Terdepan Agent of Change 

Sementara untuk Sumur Batam di Desa Dongos Kecamatan Kedung, akan difokuskan untuk mengaliri air di Desa Tedunan.

“Harapannya dengan skema itu, di awal Bulan November nanti air sudah bisa mengalir. Ya meskipun belum bisa 24 jam, tapi kita pastikan bisa mengalir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER