31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Tetap Jalani Puasa saat Mengais Rezeki Meski Bekerja di Bawah Terik Matahari

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu, Rabu (29/4/2020) sinar matahari begitu terik di persawahan Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Di salah satu sawah terlihat seorang pria paruh baya memakai kaus serta topi terlihat memasukan satu persatu buah melon ke keranjang. Setelah dua keranjang penuh, pria tersebut kemudian memikulnya hingga ke tepi jalan. Pria itu yakni Hasim (54), yang tetap puasa Ramadan di sela kerja jadi tukang panggul melon.

Seusai menumpahkan melon yang dipikulnya di atas terpal pinggir jalan, sambil istirahat Hasim pun sudi memberi penjelasan. Menurutnya, sebagai seorang muslim menjalankan puasa merupakan kewajiban. Meski harus melakukan pekerjaan yang berat, dia tetap berusaha agar puasa yang dijalaninya tidak sampai batal.

Beberapa pekerja terlihat sedang memetik buah melon di ladang. Foto : Rabu Sipan

“Puasa itu wajib. Namun kerja cari nafkah untuk anak istri juga kewajiban. Berarti sama – sama penting, jadi harus dijalani semua,” kata Hasim kepada betanews.id.

-Advertisement-

Baca juga : Agus Kewalahan Penuhi Permintaan Melon yang Meningkat Drastis saat Ramadan

Hal senada juga diungkapkan rekan Hasim sesama kuli panggul melon dari sawah yakni Kismono. Pria yang mengenakan topi dirangkapi telapak meja untuk menghalau panas itu mengatakan, selama ini belum pernah batal buasa di sela menjalani pekerjaan jadi kuli di sawah.

Menurutnya, sayang saja bila puasa yang dijalaninya tidak penuh sebulan. Oleh sebab itu, seberat apa pun pekerjaannya, dia berusaha sebisa mungkin untuk tetap berpuasa. Kecuali kalau badan lagi sakit, soalnya orang sakit kan tidak wajib untuk berpuasa.

“Karena menurut saya, menjalankan puasa Ramadan dan cari nafkah buat keluarga itu sama – sama wajib dan dapat pahala. Kalau ditinggal salah satu, lha itu nanti malah kita berdosa,” ujarnya.

Pria yang berasal dari kecamatan yang sama dengan Hasim itu menuturkan, sudah terbiasa kerja berat sambil puasa. Antara lain, puasa sambil kerja bangunan, berpuasa sambil kerja memanen padi. Serta berpuasa sambil kerja memanen semangka atau pun melon.

Baca juga : Meski Pernah Rugi Puluhan Juta, Priyo Tak Patah Semangat jadi Penebas Kencur

Dia mengaku, memanen buah melon dari sawah diupah secara borongan. Untuk panen satu truk melon dibayar sama penebas yang mempekerjakannya sebesar Rp 1 juta. Uang tersebut kemudian dibagi rata lima orang.

Berarti, kata dia, upah yang diterimanya sekitar Rp 200 ribu. Dengan luas sawah setengah bahu, serta posisi sawah dekat jalan, perkiraan proses panen melon ini selesai pukul 13.00 WIB.

“Untuk menyelesaikan proses memanen melon ini, aku dan teman saya bisa bolak balik memikul melon hingga puluhan kali. dengan berat dua keranjang berisi penuh melon sekitar 60 kilogram,” kata Kismono.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER