Siswa SMA Masehi Kudus Ubah Sampah Jadi Rupiah 

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah produk karya siswa SMA Masehi Kudus dipamerkan di ruang kelas dalam rangka memperingati hari lahir Yayasan Bina Pelayanan Masehi (YBPM) yang ke-71 tahun. Karya yang dibuat dari bahan bekas atau sampah tersebut sukses menyita perhatian.

Produk kuliner, hiasan, serta fashion yang dipamerkan untuk memperlihatkan bahwa siswa di sana memang sudah mulai diajarkan untuk berinovasi sejak dini. 

Baca Juga: Sering Makan Korban, Jalan Lingkar Timur Kudus Segera Dibangun, Anggaran Rp100 M

-Advertisement-

Guru SMA Masehi Kudus, Yuli Astuti mengatakan, produk karya dihasilkan langsung dari tangan siswa yang tergabung dalam tim light enterpreneur SMA Masehi Kudus. Di mana bahan yang digunakan adalah bahan yang sudah tak terpakai diubah menjadi bahan bernilai. 

“Ini adalah pembuatan dari tim enterpreneur yang menggunakan banyak bahan yang kiranya tidak terpakai. Seperti halnya jepit rambut dibuat dari bahan perca yang dimodif menjadi bahan bernilai tinggi,” bebernya belum lama ini.

Program inovasi bagi siswa itu, katanya, sudah berjalan beberapa tahun lalu. Sehingga ada banyak karya siswa yang dipamerkan dalam rangkaian Masehi Annual Fair (MAF) 2025 tersebut. 

“Tujuannya agar barang yang sudah tidak terpakai itu memiliki nilai manfaat. Jadi mengurangi sampah, namun bisa kembali dipakai atau dimanfaatkan sebagai produk bernilai ekonomi,” ujarnya.

Ia menuturkan, beberapa produk tersebut di antaranya seperti bando, jepit rambut, dan gelang yang dibuat dari bahan kain perca, bekas kain jahitan yang sudah tak terpakai. Kemudian ada produk berupa pigura bergambar wayang yang terbuat dari kertas atau kardus yang tak terpakai.

“Selanjutnya ada kulit telur yang dibuat jadi hiasan cantik dan beberapa produk seperti kulit pisang dikombinasikan dengan kelapa menjadi kukis kesang. Kemudian ada biji alpukat diolah menjadi sebuah produk menyerupai minuman teh yang dikemas dengan mewah,” terangnya.

Tak hanya itu, lanjut Yuli, ada produk biji nangka karya siswa yang disulap menjadi tepung pengganti tepung terigu. Menurutnya, beragam produk itu menjadi bukti keseriusan pihak sekolah untuk mengajak siswa dalam mengurangi sampah.

“Harapannya supaya sampah bisa digunakan kembali menjadi barang-barang yang kelihatan menjadi mewah dan bisa digunakan kembali,” paparnya.

Baca Juga: Perda BUMDes Diharapkan Jadi Landasan Hukum Penguatan Ekonomi Desa di Kudus

Sementara itu, Ketua Panitia MAF 2025, Wening Damayanti menambahkan, dalam kegiatan tersebut pihaknya fokus menangkat tentang menjaga bumi. Selain siswa Masehi diajak membuat produk dari bahan bekas atau sampah, tapi juga mengajak semua pengunjung ketika membuang sampah membedakan sampah organik dan anorganik. 

“Untuk tema dalam MAF 2025 ini bertajuk “Show Your Light”. Acara ini digelar secara rutin setiap tahun dan kali ini sudah kali ketiga diselenggarakan,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER