BETANEWS.ID, KUDUS – Wakil Bupati Kudus, Bellinda Sabrina Birton, menegaskan akan lebih rutin meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi agar kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah daerah tidak sampai menimpa Kota Kretek.
Bellinda, yang juga menjabat Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Program MBG Kudus, menyampaikan bahwa peninjauan langsung ke dapur SPPG menjadi sarana evaluasi terhadap kualitas penyajian makanan. Setiap temuan yang dinilai kurang sesuai, menurutnya, harus segera diperbaiki.
Baca Juga: Panen Raya Jagung 11 Hektare, Bukti Kudus Dukung Ketahanan Pangan Nasional
“Hal itu untuk mencegah terjadinya siswa keracunan. Selain itu juga untuk meminimalisir adanya makanan busuk, makanan basi, dan lainnya,” ujar Bellinda di lantai 4 Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kudus, Senin (29/9/2025).
Ia menambahkan, dapur SPPG memiliki standar operasional dan fasilitas tertentu yang wajib dipenuhi. Karena itu, ia meminta semua pengelola dapur untuk benar-benar menaati aturan yang berlaku.
“Mohon standar operasionalnya diikuti. Baik kebersihan maupun waktu memasak sudah ada aturannya, jadi harus ditaati,” bebernya.
Terkait percepatan program MBG, Bellinda menegaskan hal tersebut akan tetap berjalan. Namun untuk saat ini, fokus utama diarahkan pada evaluasi dapur SPPG yang sudah beroperasi.
“Ternyata SPPG yang sudah beroperasi masih banyak yang perlu dievaluasi. Bahkan di kabupaten-kabupaten lain banyak kejadian yang tak diinginkan,” ungkapnya.
Berdasarkan data SPPG Kudus, saat ini terdapat 17 dapur yang telah aktif beroperasi. Lokasinya tersebar di berbagai kecamatan, seperti Kota, Jati, hingga Mejobo.
Baca Juga: Museum Patiayam Jadi Panggung Sastra, Lesbumi Kudus Gelar Writers Festival 2025
Dari total dapur tersebut, tercatat sebanyak 56.935 penerima manfaat MBG, mulai dari siswa TK, SD, SMP, hingga SMA di Kabupaten Kudus.
Sejumlah dapur MBG yang saat ini aktif antara lain SPPG Ponpes Al Chalimi, SPPG Padurenan, SPPG Rendeng, SPPG Gondangmanis 2, SPPG Jepang Pakis 2, SPPG Jati Wetan, dan beberapa lainnya. Tiap dapur memiliki jumlah sasaran berbeda, berkisar 2.500 hingga 3.500 penerima.
Editor: Haikal Rosyada

