BETANEWS.ID, KUDUS – Bimbingan perkawinan (Binwin) di Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Kudus kini punya cara baru yang unik dan menyenangkan. Alih-alih sekadar mendengarkan materi, para calon pengantin diajak berinteraksi lewat “tepuk sakinah”, sebuah yel-yel sederhana yang berisi pesan mendalam tentang lima pilar keluarga sakinah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kemenag Kudus, Shony Wardana menjelaskan, metode ini sengaja diciptakan untuk memudahkan para peserta mengingat prinsip dasar rumah tangga.
Baca Juga: Dari Genting Surya hingga Smart Tambak, Kudus Raih Penghargaan Favorit PPI Jateng
“Lima pilar itu kalau hanya disampaikan teorinya kadang sulit diingat. Tapi kalau dikemas dengan gerakan dan tepukan, jadi lebih melekat di memori,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, isi gerakan tepuk sakinah tersebut meliputi, Zawaj (berpasangan), Mitsaqan Ghalizan (janji kokoh), Mu’asyarah Bil Ma’ruf (saling cinta, hormat, menjaga, dan berbuat baik), Musyawarah, serta Taradhin (saling ridha). Menurut Shony, kelima pilar ini adalah pondasi yang harus dijaga setiap pasangan sejak awal pernikahan.
Tak hanya berfungsi sebagai ice breaking dalam kelas Binwin, inovasi ini juga membuat suasana bimbingan terasa lebih cair. Para calon pengantin bisa belajar serius tanpa merasa kaku, sekaligus membawa pulang pesan yang mudah diingat.
“Harapannya, setelah menikah mereka bisa saling mengingatkan lima pilar itu, bukan hanya saat ikut binwin,” tambahnya.
Shony menuturkan, tepuk sakinah kini sudah diterapkan di seluruh KUA di Kudus. Menariknya, meskipun awalnya hanya dirancang untuk internal bimbingan, metode ini justru ramai dibicarakan setelah beredar di media sosial. Respons warganet pun beragam, sebagian besar menilai inovasi ini sebagai cara kreatif dan menyegarkan.
Baca Juga: Papan Skor Persiku Disebut Mirip Batu Nisan di Sosmed, Begini Respon Pemkab Kudus
Selain tepuk sakinah, Binwin di Kantor Kemenag Kudus juga memberikan materi lain yang tak kalah penting, mulai dari membangun komunikasi, penyelesaian masalah keluarga, pemenuhan kebutuhan ekonomi rumah tangga, hingga kesehatan reproduksi. Semua itu dirangkai untuk membekali pasangan muda agar siap mengarungi bahtera rumah tangga.
“Intinya, kami ingin para calon pengantin tidak hanya siap secara administrasi, tapi juga mental, emosional, dan spiritual. Kalau lima pilar sakinah ini bisa terus dipegang, insyaallah keluarga mereka lebih kuat dan harmonis,” jelasnya.
Editor: Haikal Rosyada

