31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Layanan Darurat Kudus Siaga 112 Diresmikan, Bellinda Minta Tidak Disalahgunakan

BETANEWS.ID, KUDUS – Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, meresmikan program layanan emergency call atau panggilan darurat “Kudus Siaga 112”, di Gedung Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Senin (25/8/2025). Program itu merupakan sistem terpadu penanganan kedaruratan yang dapat diakses masyarakat selama 24, bebas pulsa.

Bellinda mengatakan, melalui program itu masyarakat utamanya warga Kudus dapat terbantu untuk mengadukan laporan kebencanaan di sekitar. Sehingga kebencanaan yang terjadi langsung bisa ditangani oleh petugas.

Baca Juga: Separuh Jalan R Agil Kusumadya Kudus Bakal Diperbaiki, Telan Anggaran Rp12 M

-Advertisement-

“Harapannya, semoga program. Ini dapat membantu memudahkan masyarakat Kudus, apabila terjadi bencana maupun musibah yang harus segera ditangani,” bebernya usai meresmikan.

Meski program tersebut ditujukan bagi warga, ia mengingatkan supaya layanan tersebut dapat digunakan sebagaimana mestinya. Bahkan pihaknya mengimbau untuk tidak membuat laporan fiktif atau laporan palsu mengenai kebencanaan di nomor 112.

“Program ini dibuat untuk mempermudah masyarakat, tapi jangan sampai digunakan sebagai bahan bercandaan atau laporan fiktif. Kalau ketahuan ada laporan palsu, ada sangkinya,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, mengenai kemungkinan respon adanya layanan yang tidak memuaskan, masyarakat bisa mengadukan ke aplikasi Kudus Sehat. Supaya layanan di Kabupaten Kudus berpihak terhadap rakyat.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kudus, Mundir menuturkan, adanya layanan Kudus Siaga 112 sesuai SK Bupati Kudus Nomor 300.2/221/2025, tentang pembentukan layanan terpadu kedaruratan dan kebencanaan di Kabupaten Kudus. Menurutnya, layanan ini sebagai jawaban atas kebingungan masyarakat mengenai banyaknya nomor darurat berbeda, seperti kebakaran, kecelakaan, bencana alam, dan lain sebagainya.

“Tujuannya agar layanan ini untuk mengingatkan akses masyarakat terhadap bantuan darurat secara cepat. Terlebih dapat mewujudkan koordinasi terpadu lintas instansi seperti BPBD, Damkar, Dinas Kesehatan, Kepolisian, Dinsos, sekaligus mempercepat respon, sehingga risiko dan dampak bencana dapat ditekan,” tuturnya.

Pihaknya juga telah menyiapkan SDM operator 112 dengan pelatihan standar call-taker, simulasi SOP penanganan darurat, serta pembangunan command center sebagai pusat kendali layanan.

Baca Juga: Dianggarkan Rp5 Juta, Talang Bocor Pasar Kliwon Bakal Diganti

Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji menambahkan, sebelum adanya Kudus Siaga 112, pihaknya kerap mendapat laporan masuk melalui WhatsApp atau laporan langsung ke kantor. Dengan adanya program layanan kedaruratan yang baru ini, diharapkan bisa memudahkan dan menjembatani masyarakat untuk melapor kejadian kebencanaan.

Dengan hadirnya Kudus Siaga 112, pemerintah daerah berharap sinergi antar-OPD semakin meningkat, sehingga laporan yang masuk dapat lebih cepat ditangani demi keselamatan masyarakat.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER