31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Meski Perekonomian Menurun, Ketua PHRI Sebut Okupansi Hotel di Kudus Terbantu Even Nasional

BETANEWS.ID, KUDUS – Okupansi hotel di Kabupaten Kudus masih terbilang stabil meski secara nasional sektor perhotelan mengalami penurunan akibat kebijakan efisiensi sejak awal tahun ini. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kudus, Muhammad Kirom, menyebut bahwa dalam dua bulan terakhir Kudus justru diuntungkan dengan adanya even berskala nasional.

“Di Kudus dalam dua bulan ini diuntungkan. Ada kejurnas panahan misalnya, lalu di akhir bulan ini ada kejurnas menembak di Barakuda pada 31 Agustus yang diselenggarakan PT Pura. Ini sebuah angin segar bagi hotel di Kudus dan restoran agar bisa survive di tengah kondisi yang seperti ini,” ungkap Kirom, belum lama ini.

Baca Juga: 10.000 Pohon Hijaukan Bukit Patiayam Demi Masa Depan

-Advertisement-

Menurutnya, kehadiran event nasional membuat sejumlah hotel di Kudus terselamatkan di tengah kondisi perekonomian yang sedang tidak baik-baik saja. Bahkan hotel sempat kekurangan kamar, khususnya saat kejurnas panahan kemarin. Terlebih, ia mendapat bocoran, even kejurnas panahan tahun depan juga akan digelar di Kudus.

“Bocoran dari panitia, tahun depan kejurnas panahan kembali diselenggarakan di Kudus. Fasilitas yang ada dianggap nyaman bagi peserta,” tambahnya.

Kirom menilai Kudus memiliki posisi strategis karena kerap menjadi tuan rumah even besar. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi kota besar seperti Semarang yang justru mengalami penurunan tajam mengenai capaian okupansi hotelnya.

“Kalau di kota besar seperti Semarang sedang drop, karena pertemuan di Jawa Tengah, Kota Semarang lagi tidak baik-baik saja. Sementara Kudus terbantu banyaknya even yang dapat meningkatkan jumlah pengunjung,” jelasnya.

Ia mengaku, penurunan okupansi mulai terasa sejak Januari 2025, terutama akibat diterapkannya kebijakan efisiensi anggaran secara nasional. Setidaknya penurunannya sampai 30 persen dibandingkan sebelumnya.

Apalagi, Kudus yang juga sebagai kota industri, masih banyak yang berkunjung sebagai tamu maupun wisatawan. “Kudus masih relatif stabil terbantu karena banyak tamu luar kota maupun wisatawan yang berkunjung,” katanya.

Dari sisi pasar, hotel melati disebut lebih stabil karena mengandalkan pelanggan tetap seperti sales yang datang rutin setiap akhir pekan. Sementara hotel berbintang sangat bergantung pada wisatawan dan even-even.

“Perbandingan dari sisi pengunjung, hotel melati relatif lebih stabil. Kalau hotel berbintang, satu sisi mengandalkan wisata dan even,” ujarnya.

Tak hanya perhotelan, restoran dengan kondisi ekonomi yang tak menentu juga berdampak. Meski begitu, para pelaku usaha restoran menangkap peluang dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga: Sambangi Kejaksaan RI, Wabup Bellinda Ajak Kolaborasi Penegakan Hukum di Kudus

“Restoran-restoran di Kudus agar bisa bertahan, mereka kini menangkap peluang dengan mendirikan dapur gizi terkait program unggulan Presiden Prabowo. Karena saat ini itu yang paling masif berjalan,” terangnya.

Ia berharap, agenda even berskala nasional maupun lokal bisa terus digelar di Kudus agar dapat menjaga stabilitas sektor perhotelan dan restoran. Ia optimistis menjelang akhir tahun, terutama saat bulan Maulid yang identik dengan banyaknya acara pernikahan, tingkat okupansi hotel akan kembali menggeliat.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER