BETANEWS.ID, KUDUS – Petugas Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota, Kudus terlihat sibuk di ruangan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Dia menakar beras yang ditaruhnya dalam plastik merah. Sementara itu, ada pula yang menghitung mi instan. Menurut Lurah Wergu Kulon Herdjini, bantuan sembako tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang terimbas Covid-19.
Dia lantas menjelaskan, penyaluran bantuan berupa beras lima kilogram dan mi instan 10 buah ini didapatkan bukan dari dana pemerintah. Melainkan, sumbangan dari warganya yang mampu.

“Jadi kami menggalakkan program yang mampu bantu yang tidak mampu. Warga bantu warga, saling bahu membahu,” jelasnya saat ditemui Sabtu (25/4/2020).
Menurutnya, warganya yang berjumlah 1.200 kepala keluarga (KK) banyak yang menjadi pengusaha. Sebagian besar dari pengusaha itu warga keturunan Tionghoa. Setelah ada beberapa kali obrolan, mereka tergerak untuk membantu warga lain yang kekurangan. Terutama di tengah pandemi Covid-19.
“Jadi saya coba melakukan pendekatan kepada mereka. Saya ajak komunikasi. Alhamdulillah mereka mau,” jelasnya.
Sementara ini, donasi yang didapatkan berupa 300 kilogram beras dan 15 dus mi instan. Dia optimis donasi akan bertambah dari warga yang mampu lainnya.
Sumbangan tersebut, lanjuta Herdjini, sudah dibagikan kepada enam warganya yang membutuhkan. Mereka yakni para pedagang kaki lima (PKL), tukang dekorasi, tukang ojek dan masyarakat yang terkena PHK.
“Warga yang diberi bantuan, yakni yang belum mendapatkan dari pemerintah,” tegasnya.
Baca juga: Pembina PKH Berikan Sembako pada Warga Terdampak Covid-19
Dia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus telah menyantuni 433 keluarga lewat program jaring pengaman sosial (JPS). Kemudian yang tidak dapat bantuan tersebut, akan diberikan bantuan dari progam Si Kaya Bantu Si Miskin ini.
“Jadi kami membuat lumbung pangan. Kami bahu membahu dan saling tolong menolong menghadapi pandemi ini,” tuturnya yang siang itu menggunakan baju kuning dan berkerudung merah itu.
Baca juga: Tak Lagi Jualan, Kartini Kini Hanya Andalkan Belas Kasih para Dermawan
Sementara itu, salah satu penerima sembako Hendrik Cahyo Purwanto (29) mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut akan sangat membantu sejak dirinya tidak bisa lagi berjualan pentol di Lasem, Rembang. Mengingat, selama tidak bekerja dia masih harus menghidupi istri dan kedua anaknya.
“Saya baru satu minggu di rumah dan masih karantina. Semoga program ini bisa berjalan. Dan masyarakat yang tidak mampu tercukupi kebutuhannya,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

