BETANEWS.ID, PATI – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggelar pertemuan dengan para kepala daerah se-eks Karesidenan Pati, di Pendapa Kabupaten Pati pada Senin (4/8/2025). Di tengah pembahasan soal pengentasan kemiskinan ekstrem, isu klasik bansos tak tepat sasaran kembali mencuat.
Sumber masalah datang dari Babinsa Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong, yang memanfaatkan sesi tanya-jawab untuk menyampaikan uneg-uneg soal data penerima bantuan sosial (bansos) yang tak kunjung diperbarui. Meski desa sudah rutin mengusulkan pembaruan data, tapi yang tercantum dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) Kemensos tetap itu-itu saja.
Baca Juga: Gubernur Jateng Gelontorkan Rp349 Miliar untuk Bangun 17 Ribu RTLH
Gubernur Luthfi pun langsung merespons dan memanggil Kepala Desa Klakahkasihan, Handziq Siraj untuk mengklarifikasi.
Dalam klarifikasinya, kades mengakui hal itu memang terjadi di desanya. Menurutnya, pihak desa sebenarnya sudah mengusulkan penghapusan data warga yang sudah meninggal, sudah mampu, hingga pindah domisili. Namun, tidak ada perubahan dari pusat.
“Desa sudah mengusulkan tapi tidak ada perubahan. Kenyataaanya data masih tetap begitu saja,” ujar kades.
Pernyataan itu sontak membuat suasana makin panas. Tak mau tinggal diam, Bupati Pati Sudewo langsung mengambil alih mikrofon dan ikut membeberkan fakta mengejutkan. Banyak penerima PBI-JK dari APBN tidak tepat sasaran, belum lagi jumlah bansos lainnya.
“Tidak hanya 10 ribu, 20 ribu, tapi berjumlah 41 ribu untuk PBI APBN. Yang bansos banyak sekali,” beber Sudewo.
Ia menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kemensos dan BPS dua pekan lalu, dan mendapat saran untuk segera melakukan pemutakhiran data. Tak menunggu lama, camat pun diperintahkan turun tangan.
“Camat saya perintahkan untuk koordinasi dengan pihak desa dan PKH untuk mendata ulang (data penerima bansos). Setelah terkumpul akan saya laporkan ke Kemensos dan BPS untuk penerbitan SK (surat keputusan) penerima bansos terbaru,” sebutnya.
Tapi suasana langsung tegang dan canggung saat Sudewo melempar pertanyaan tajam ke para kepala desa yang hadir.
“Pertanyaan saya, Pak Kades dan Bu Kades, Pak Camat sudah mengumpulkan njenengan untuk pemutakhiran data apa belum?” tanya Sudewo.
Ruang Pendapa Pati mendadak gaduh. Banyak kades mengaku belum mendapat sosialisasi apa pun. Ada juga yang bilang sudah, tapi hanya untuk data PBI-JK, belum menyentuh bansos lainnya.
Baca Juga: Happy Asmara Bakal Tampil pada Puncak Acara Hari Jadi Pati ke-702
Menutup penjelasannya, Sudewo memberi peringatan keras kepada para camat dan kepala desa.
“Saya sudah mewanti-wanti kepada camat untuk ditindaklanjuti. Jadi kalau sudah diberi kesempatan Kemensos melakukan pendataan ulang dan tak ditindaklanjuti, mana kala nanti saat pencairan bansos masih tidak tepat sasaran, maka jangan salahkan Mensos dan BPS,” tegas Sudewo.
Editor: Haikal Rosyada

