BETANEWS.ID, PATI – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meluncurkan program masif untuk menyulap 17 ribu rumah tak layak huni (RTLH) menjadi rumah yang nyaman dan layak ditempati. Tak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp349 miliar dikucurkan untuk mendukung program tersebut.
Langkah ini disampaikan langsung oleh Luthfi saat menghadiri acara Launching Kegiatan Konvergensi Penanganan Kemiskinan Lintas Sektor yang digelar di Pendapa Kabupaten Pati, Senin (4/8/2025). Acara tersebut juga dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah se-eks Karesidenan Pati.
Baca Juga: Miris! Pengasuh Ponpes di Pati Dilaporkan Cabuli Santri di Bawah Umur
“Kita bangun 17 ribu unit rumah tak layak huni atau Rp349 miliar pada tahun ini,” ujar Ahmad Luthfi.
Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya jumlah backlog rumah di Jawa Tengah yang mencapai 1.312.000 unit. Angka itu menggambarkan masih banyaknya masyarakat yang hidup dalam kondisi perumahan yang tidak memadai.
Tak hanya menggelontorkan dana, Pemprov Jateng juga membentuk Tim Konvergensi Penanganan Kemiskinan Lintas Sektor. Tim ini berisi lintas elemen pemerintahan hingga aparat keamanan, semua bahu-membahu menanggulangi kemiskinan dari berbagai sisi.
“Kita kumpulkan Babinsa Bhabinkamtibmas, pendamping PKH, PLKB, PPL, Kades, Bupati Eks Karesidenan dan Wakil-nya, para dandim, kapolresta, ada dari Kasdam dan Wakapolda untuk menyamakan persepsi dalam rangka menuntaskan kemiskinan,” ungkapnya.
Baca Juga: Jelang Demo 13 Agustus, Warga Pati Galang Donasi Mulai Tomat hingga Telur Busuk
Tim ini akan bekerja dengan sistem evaluasi setiap tiga bulan sekali, guna memastikan program benar-benar berjalan di lapangan. Peran pengawasan pun tak main-main, karena Babinsa dan Bhabinkamtibmas ikut dilibatkan sebagai pengawas program.
“Indikator kemiskinan kita jadikan supertim, jadi satu. PKH kita mainkan di bansosnya, RTLH rumah layak huninya dan sebagainya. Kita jadikan satu kemudian Babinsa Bhabinkamtibmas kita jadikan pengawasan, pengecekan, evaluasi agar miskin ekstrem di Jateng bisa kita tangani, di 35 kabupaten/kota,” ucap Luthfi.
Editor: Haikal Rosyada

