BETANEWS.ID, JEPARA – Seorang pekerja tambang Galian C yang berada di Desa Bungu, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara meninggal dunia akibat tertimpa material tambang dari tebing batu setinggi 20 meter.
Sulkhan (60), Warga Desa Bategede, Kecamatan Nalumsari yang merupakan salah satu korban selamat dari peristiwa tersebut bercerita bencana longsor yang terjadi pada Selasa, (29/7/2025) sekitar pukul 14.30 WIB kemarin terjadi secara mendadak.
Baca Juga: Pekerja Tambang Galian C di Jepara Meninggal Dunia Usai Tertimpa Longsor
Biasanya, ia bercerita jika akan terjadi longsor terdapat tanda-tanda berupa suara batu dari atas tebing.
“Spontan kemarin, biasanya kan ada tanda-tanda, ada suara kritik-kritik, bok-bok, lah kemarin itu ngga ada, langsung jatuh batunya,” katanya pada Betanews.id, Kamis (31/7/2025).
Pada saat itu, ia mengatakan terdapat tiga orang yang berada di lokasi kejadi. Yaitu ia dan rekannya yang meninggal dunia bernama Mathori (45) dan supir truk. Sebab saat itu, ia memang sedang memindahkan batu hasil galian tambang ke atas bak truk.
Karena peristiwa longsor terjadi secara mendadak, ia kemudian langsung berlari menyelamatkan diri. Namun, nasib naas menimpa rekannya yang tertimpa material batu yang longsor.
“Pas longsor saya lari, lari semua sebenarnya. Cuma teman saya itu ketututan (kena material longsor),” katanya.
Usai terjadinya peristiwa tersebut, saat ini lokasi tambang galian C di Desa Bungu tersebut sudah ditutup dan dipasangi garis polisi. Truk yang digunakan untuk mengangkut batu juga terlihat masih berada di lokasi dengan kondisinya yang ringsek.
Kemudian dari Forum Koordinasi Pimpinan (Forkopimcam) Kecamatan Mayong juga memasang
banner yang berisi pesan Galian C tanpa izin dilarang beroperasi.
Sementara itu, Kapolsek Mayong, Iptu Yusron mengatakan usai menerima informasi kejadian tersebut, ia bersama anggotanya kemudian mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi korban yang meninggal.
Baca Juga: Polisi Ungkap Motif Pelaku Pengeroyokan Pemuda di Jepara Hingga Meninggal Usai Nonton Orkes
Namun, karena sulitnya medan menuju lokasi tambang evakuasi harus menggunakan mobil Jeep. Karena ambulance tidak bisa masuk ke lokasi tambang.
“Kami kemarin membawa korban itu pakai Jeep, karena ambulance tidak bisa masuk,” katanya.
Editor: Haikal Rosyada

