BETANEWS.ID, JEPARA – Berbekal hobinya yang suka melukis, seorang pemuda bernama Muhammad Hasan Asykari (26) warga Desa Ngabul RT 03 RW 03, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara membuat lukisan wajah berbahan dasar daun jati.
Disela aktivitasnya membuat lukisan wajah pesanan pembeli, Hasan bercerita ia mulai menekuni usaha lukisan wajah pada tahun 2022. Usaha tersebut bermula dari lukisan wajah salah seorang gurunya yang sudah meninggal.
Baca Juga: Mengenal Mbah Jember, Juru Parkir yang Jadi Tiktokers Informasi Karimunjawa
Lukisan tersebut ia buat untuk mengenang sosok gurunya tersebut. Sadar bahwa lukisan wajah memiliki banyak peminat, ia kemudian mencari referensi media lukisan wajah yang belum banyak dibuat oleh pelukis wajah lainnya.
“Awalnya sempat nyoba lukisan wajah dari pasir laut. Tapi nggak jadi karena rumah saya jauh dari laut. Terus nyari media lain, ketemu serbuk kayu. Tapi ngga jadi juga karena prosesnya rumit dan lama,” ujarnya saat ditemui Betanews.id, Sabtu (26/7/2025).
Tidak berhenti sampai disitu, ia kemudian mencari referensi media lukisan yang lain di media sosial. Sehingga akhirnya menemukan media lukisan dari daun jati.
Selain mudah didapat dan tidak perlu mengeluarkan biaya, dengan melukis di daun jati ia bisa mengubah limbah menjadi barang yang memiliki nilai jual.
“Kenapa milih daun jati soalnya nyarinya mudah, di lingkungan saya masih banyak. Terus daun jati menurut saya juga unik, dari sampah yang ngga ada nilainya bisa saya buat jadi lukisan yang bernilai tinggi,” ujarnya.
Meski sudah berpengalaman dalam hal melukis, ia mengaku membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan untuk bisa menghasilkan lukisan daun jati yang layak dijual.
Sebelum diproses menjadi lukisan, ia mengatakan daun jati kering direndam terlebih dahulu di dalam air agar teksturnya lunak. Kemudian untuk meratakan permukaannya, daun jati yang sudah direndam air kemudian ditimpa menggunakan buku atau diletakkan di bawah kasur selama 2-3 hari.
Setelah kering, ia kemudian membuat sketsa wajah yang akan dilukis di atas daun jati. Dari seluruh rangkaian tersebut, proses yang menurutnya cukup sulit yaitu pemotongan.
“Kalau motongnya kelewat dikit aja, nanti lukisany bisa rusak. Jadi motongnya harus hati-hati,” katanya.
Untuk membuat satu lukisan wajah, ia mengaku membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari. Cepat lambatnya proses pengerjaan menurutnya bergantung pada tingkat kesulitan dan jumlah wajah yang dilukis dalam satu lembar daun jati yang digunakan.
Sedangkan untuk harganya bervariasi mulai dari Rp220-520 ribu, menyesuaikan ukuran dan pigura yang dipilih.
Meski usahanya terbilang baru, namun ia mengatakan sudah terdapat ratusan wajah yang ia lukis di media daun jati sejak bulan Desember 2022.
Baca Juga: Bosan Jadi Karyawan, Afif Raup Cuan Lebih Besar dari Jual Kue Pancong
Dari ratusan wajah yang ia lukis, terdapat 10 tokoh yang ia buat. Terdapat salah satu tokoh yang membuatnya paling berkesan yaitu wajah ulama tersohor, Maimun Zubair atau akrab disapa Mbah Moen.
“Yang paling berkesan lukisan Mbah Moen, karena lukisan ulama yang pertama saya buat Mbah Moen, ini momennya waktu beliau sudah meninggal,” ujarnya.
Editor: Haikal Rosyada

