BETANEWS.ID KUDUS – Aroma sedap dari adonan kue pancong yang dipanggang dengan mentega menyebar di sudut jalan utara Menara Kudus. Aroma tersebut datang dari sebuah gerobak sederhana milik Noor Afif (31), seorang mantan karyawan pabrik yang kini memiliki usaha jajanan kue pancong lumer.
Setiap hari, Afif mendorong gerobaknya dan mulai berjualan kue pancong lumer mulai pukul 14.30 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Lokasi jualannya berada di ruas jalan utara Menara Kudus, tepatnya di depan kedai Dimsum Viral.
Baca Juga: Kisah Dedy, 32 Tahun Jaga Warisan Toko Noor Jaya Jadi Jujugan Pembeli dari Berbagai Daerah
Dengan senyum ramahnya, Afif menawarkan menu kue pancong dengan berbagai varian toping kepada pembeli. Mulai dari varian original, coklat, taro, hingga greentea dapat dipesan oleh pembeli. Harganya pun terjangkau, mulai dari Rp7.000 hingga Rp12.000 per porsi sesuai pilihan varian toping.
Afif mengaku, bahwa kisah usaha Kue Pancong Lumer Boloo #17 itu dimulai saat ia masih menjadi karyawan di sebuah pabrik. Selama 12 tahun bekerja sebagai karyawan pabrik, Afif merasa tidak akan ada perkembangan pada dirinya jika ia terus bertahan di sana.
Dengan tekad yang kuat, Afif kemudian memberanikan diri memulai usaha kue pancong lumer bersama istrinya. Setelah usahanya jalan selama enam bulan, Afif dengan mantap resign dari pekerjaannya untuk fokus mengembangkan usaha tersebut.
“Alhamdulillah usah ini sudah berjalan sekitar dua tahun. Karena tidak mau sampai tua jadi karyawan, yasudah saya coba jualan saja,” ujar Afif saat ditemui beberapa waktu lalu.
Afif mengaku, untuk memproduksi adonan kue pancong cukup dalam waktu 30 menit. Biasanya ia lakukan sebelum betangkat, atau sekitar pukul 12.00 WIB.
Bahan yang digunakan untuk membuat adonan pancong pun tidak seperti penjual pancong pada umumnya. Afif lebih memilih menggunakan seratus persen susu uht.
Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk menjaga adonan agar tidak cepat basi. Selain itu, dengan menggunakan susu uht, adonan pancong miliknya terasa lebih gurih dan manis.
“Kalau adonan pancong kan biasanya pakai air, tapi punya saya seratus persen susu uht,” sambungnya.
Setelah adonan selesai dibuat, adonan akan didiamkan sebentar hingga mengembang untuk mendapatkan tekstur yang sempurna saat dipanggang. Dengan resep itulah yang membuat kue pancong lumer milik Afif banyak disukai berbagai kalangan.
“Kalau ramai omzet saya bisa Rp700 ribu sehari. Apalagi saat bulan puasa, bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta sehari. Tapi saat hujan sepi, pernah juga cuma laku tiga porsi,” bebernya.
Baca Juga: Berkat Resep Sang Ibu, Kariyatun Tekuni Usaha Rumahan untuk Tambahan Penghasilan
Kini, Afif mulai berpikir untuk mengembangkan usahanya. Ia berencana untuk memasarkan kue pancong lumer miliknya secara online. Selain itu, ia juga sedang bersiap untuk menambah usaha jualan basreng.
“Ingin buka cabang, tapi jualannya basreng bukan pancong. Ini lagi nyiapin gerobaknya, direnovasi buat jualan basreng,” tambahnya.
Penulis: Faidzoh Iffatul Khoir, Mahasiswa UIN Sunan Kudus

