Kisah Dedy, 32 Tahun Jaga Warisan Toko Noor Jaya Jadi Jujugan Pembeli dari Berbagai Daerah

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tengah arus zaman dan perubahan tren bisnis, Toko Noor Jaya yang terletak di depan SMP 2 Kudus tetap berdiri kokoh. Seperti persiapan musim tahun ajaran baru 2025/2026 ini, toko tersebut bahkan menjadi jujugan para pembeli.

Di balik keberlangsungan toko perlengkapan sekolah itu, ada sosok Dedy Wijayanto (50), yang mewarisi usaha ayahnya yang dirintis sejak 1980. Pria asal Burikan RT 4 RW 5 tersebut mulai melanjutkan usaha milik orang tuanya pada 1993.

Baca Juga: Berkat Resep Sang Ibu, Kariyatun Tekuni Usaha Rumahan untuk Tambahan Penghasilan

-Advertisement-

Dedy masih mengingat betul bagaimana dulu ia membantu orang tuanya menjaga toko, hingga akhirnya memutuskan untuk mengambil alih sepenuhnya ketika usianya menginjak 18 tahun.

“Usaha ini turun-temurun dari bapak. Saya mulai teruskan sejak tahun 1993. Alhamdulillah, sampai sekarang masih berjalan dan bisa bersaing,” ungkap Dedy saat ditemui, Rabu (9/7/2025).

Konsistensinya selama lebih dari tiga dekade menjaga usaha ini tak lepas dari strategi yang ia pegang teguh. Dengan menyediakan perlengkapan seragam yang lengkap, menjaga kualitas bahan, dan berani bersaing harga, menjadi rahasia yang masih dijaga demi toko eksis.

“Atasan pakai bahan kain Oxford, bawahannya drill. Ada yang kami produksi sendiri, sebagian juga ambil dari produsen lain. Tapi yang jelas kami selalu siapkan stok. Tidak nunggu musim saja baru bikin,” jelasnya.

Menurut Dedy, karakter usaha perlengkapan sekolah berbeda dengan jenis usaha musiman lainnya. Meski musim tahun ajaran baru jadi puncak penjualan, ia tetap memproduksi dan menyimpan stok sepanjang tahun.

“Kalau seragam, kami main stok. Harus siap dari jauh-jauh hari, karena nggak mungkin dalam sebulan bisa produksi semua. Meskipun tidak musimnya, kami tetap bikin,” tuturnya.

Ketika tahun ajaran baru kembali tiba, penjualan di tokonya mulai meningkat. Rata-rata, Noor Jaya bisa menjual hingga 100 stel seragam per hari. Dedy menyebut ini sebagai momentum baik, setelah adanya kebijakan Bupati Kudus yang tidak mewajibkan pembelian seragam di sekolah.

Baca Juga: Kakek 74 Tahun Jualan Pentol Keliling di CFD Kudus Demi Biaya Berobat

“Kami pelaku usaha merasa sangat terbantu. Pasar jadi terbuka, dan masyarakat bebas memilih di mana membeli seragam,” ucapnya.

Ia menambahkan, tokonya itu menyediakan berbagai perlengkapan sekolah, mulai dari perlengkapan alat tulis hingga seragam. Untuk harga yang dipatok juga kompetitif.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER