Menko PM Muhaimin Resmikan Pembangunan SPPG Pesantren di Pati

BETANEWS.ID, PATI – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar meresmikan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pesantren di Kabupaten Pati. SPPG tersebut merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, secara simbolik meresmikan SPPG di dua lembaga di Kabupaten Pati. Keduanya yakni, PP Hajroh Basyir As-Salafiyah Kajen dan Ya Fatimah Tayu.

Baca Juga: Warga Penghadang Truk Limbah HWI yang Ditangkap Polisi Ajukan Praperadilan

-Advertisement-

Di seluruh Indonesia, Cak Imin menargetkan seribu dapur umum Makan Bergizi Gratis (MBG) di pondok pesantren. Termasuk pesantren di antaranya di Kabupaten Pati ini.

Cak Imin menyebut, pihaknya menarget seribu SPPG alias dapur umum MBG yang berdiri di pondok pesantren ini, bisa beroperasi pada bulan Agustus 2025.

”Kita berikhtiar sebanyak-banyaknya,” kata dia saat menghadiri Reuni Akbar dan Temu Alumni Nasional Yayasan Salafiyah Kajen Pati, Sabtu (5/7/2025).

Cak Imin menyampaikan, SPPG di pondok pesantren ini dalam rangka percepatan program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program ini bisa semakin sukses dengan bantuan pondok pesantren.

”SPPG ini kita dorong menjadi bagian dari percepatan pelayanan Makan Bergizi Gratis untuk sekolah dengan melibatkan pesantren. Saya harap pesantren menjadi salah satu kekuatan yang mensuport percepatan,” ungkapnya.

Pihaknya menggandeng pondok pesantren dalam menyukseskan MBG lantaran menilai, lembaga pendidikan ini cekatan dalam menyukseskan program ini. Bahkan dirinya menyebutkan pondok pesantren merupakan lembaga yang paling cepat merespon MBG.

”MBG yang paling cepat itu justru di pesantren. Pesantren menjadi tumpuan pengelolaan manajemen masyarakat,” tutur Cak Imin.

Baca Juga: Telaah Kitab KH Muhibbi Hamzawi Warnai Seminar Nasional di Salafiyah Kajen Pati

Ia juga mendorong agar pondok pesantren semakin maju untuk menghadapi tantangan zaman. Dirinya berharap pondok pesantren bisa lebih kompetitif dan bisa menguasai teknologi.

”Pesantren jangan memandang dunia dengan lensa yang sempit tapi juga luas. Kita optimis dan yakin karena kita menjalani pembenahan dan pemberdayaan,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER