Festival Kali Gelis Angkat Sejarah Lahirnya Kretek di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Festival Kali Gelis 2025 kembali terselenggara di sekitar rumah ‘Raja Kretek’ Nitisemito, Desa Langgardalem, Kecamatan Kota/Kudus. Even yang berlangsung selama 27-29 Juni 2025 itu mengusung tema ‘Kretek Pulang ke Rumah Jilid 3’.

Acara tersebut menjadi bagian penting sebagai upaya mengedukasi masyarakat terkait sejarah lahirnya kretek di Kabupaten Kudus. Dengan adanya acara tersebut diharapkan generasi tak lupa akan budaya lokal yang hingga kini masih terjaga. 

Baca Juga: Tambang Ilegal Ditutup, Puluhan Warga Desa Tanjungrejo Kudus Sujud Syukur

-Advertisement-

Ketua Panitia Festival Kali Gelis 2025, Sakhron farokhi menyampaikan, ada sejumlah kegiatan untuk memeriahkan even tersebut. Meliputi donor darah, ramah tamah bersama sejarawan Kudus, Edy Supratno, dan lain sebagainya.

“Untuk kesan donor darah sangat menarik. Karena kegiatan amal itu diselenggarakan di rumah peninggalan Nitisemito, yang itu dapat membuat kebanggan tersendiri bagi semua pendonor,” katanya.

Kepala Desa Langgardalem, Muhammad Khoirul Amin, mengatakan festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarat nilai sejarah. Dua tokoh penting, Nitisemito dan Djamhari, kembali diangkat kisahnya melalui serangkaian acara budaya, diskusi, hingga pameran UMKM.

“Keterkaitan festival ini dengan Mbah Nitisemito karena acara digelar dekat dengan rumah beliau. Dulu di lokasi ini juga terdapat pabrik rokok milik Mbah Nitisemito,” jelasnya.

Menurutnya, Festival Kali Gelis sudah diselenggarakan tiga kali. Pertama pada 2023 di Museum Kretek, kemudian 2024 di kawasan Sungai Gelis, dan tahun ini kembali digelar di Desa Langgardalem.

“Semoga acara ini bisa menjadi agenda rutin tahunan untuk mengangkat sejarah kretek dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengklaim, Desa Langgardalem juga merupakan tempat tinggal Jamhari, penemu kretek pertama, sebelum kemudian pindah ke Desa Kauman.

“Ini tempat yang sarat nilai sejarah. Selain itu, kami juga ingin mempromosikan potensi desa, salah satunya lewat UMKM,” ujarnya.

Festival tersebut turut dimeriahkan oleh komunitas RTAR (Republik Tembakau Akar Roemput). Selain itu, komunitas Blues Family, Jazz Club Kudus, dan tembakau.

Sementara itu, Camat Kota, Andreas Wahyu Adi Setiawan menegaskan pentingnya Desa Langgardalem sebagai titik sejarah kelahiran industri kretek di Indonesia. Untuk itu, kegiatan tersebut diharapkan bisa selalu terselenggara agar mengingatkan generasi muda.

“Kretek lahir di sini. Di tempat ini, jejak sejarah industri rokok pernah berjaya. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari sosok seperti Nitisemito,” katanya.

Baca Juga: Nelangsanya Komisi D DPRD Kudus Menanti Kepala Disdikpora Seharian, Rapat KUA-PPAS Tertunda

Andreas juga berharap festival ini menjadi sarana edukasi dan inspirasi bagi masyarakat serta pelaku industri kretek.

“Festival ini bisa menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan kreativitas, baik antar pelaku industri maupun masyarakat umum,” tandasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER