BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah jemaah haji mengalami permasalahan yang sempat viral terkait pergeseran Muzdalifah menuju Mina saat jemaah menjalankan prosedur puncak ibadah haji 2025. Tak terkecuali dari rombongan yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 47 asal Kabupaten Kudus.
Di mana sebagian jemaah mengalami keterlambatan hingga ada yang terlantar sampai malam hari. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu jemaah asal Desa Bae RT 2 RW 3, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jain Ali.
Baca Juga: Judi Online dan Orang Ketiga Buat Ratusan Wanita Kudus jadi Janda Baru
Ia menjelaskan, pada saat itu kondisi di Arafah cukup padat. Jemaah bahkan tidak bisa keluar dari tenda karena berdesakan dan kepadatan jemaah yang luar biasa.
“Ketika berada di Arafah sebagian dari rombongan kloter 47 ada yang tergesa-gesa berangkat ke Muzdalifah. Justru yang berangkat dulu malah terlantar,” katanya saat ditemui usai tiba di Gedung JHK, Rabu (25/6/2025) malam.
Ia mengaku, memilih mengikuti arahan ketua kloter dengan berangkat dari Arafah sekitar pukul 12 malam. Sehingga pihaknya tidak sampai merasakan terlantar
“Alhamdulillah kami naik bus, jadi langsung murur, tidak bermalam di Muzdalifah, melainkan langsung ke Damarot. Alhamdulillah lancar. Saya sampai di maktab sekitar pukul 18.20,” jelasnya.
Namun, menurutnya, ada rekan sesama jemaah yang mengalami kesulitan dengan adanya permasalahan tersebut. Bahkan jemaah yang tidak kebagian bus terpaksa jalan kaki dari Muzdalifah menuju Mina.
“Ada yang jalan kaki dari Arafah karena tidak bisa naik bus, dan ada yang baru kembali ke maktab setelah melakukan jumroh akobah pukul 10 malam. Jadi untuk perbandingan sangat jauh sekali,” ungkaapnya.
Sementara itu, Catur Sulistiyanto, jemaah haji lainnya menyampaikan, pengalamannya tergolong lancar. Ia mengaku tidak mengalami kendala yang berarti saat prosesi Arafah-Muzdalifah-Mina.
“Memang banyak cerita, antara yang di lapangan dan yang di media berbeda. Alhamdulillah kami di kelompok kloter 47 tidak mengalami masalah di Muzdalifah. Kami naik bus dari Arafah ke Mina dengan lancar,” ujar Catur.
Namun begitu, pria yang menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus itu menilai masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi ke depan.
baca Juga: KPU Kudus Gencarkan Sosialisasi Pemutakhiran Data Pemilih untuk Pemilu 2029
“Memang perlu ada pembenahan, terutama terkait keterlambatan di asrama. Tapi ini semua adalah dinamika ibadah,” terangnya.
Kedatangan kloter 47 ke Kudus sendiri berlangsung pada Rabu (25/6/2025) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Total jemaah sebanyak 352 orang dari yang seharusnya 353, karena satu jemaah bernama Ngatemi wafat di Tanah Suci.
Editor: Haikal Rosyada

