Berkat Resep Sang Ibu, Kariyatun Tekuni Usaha Rumahan untuk Tambahan Penghasilan

BETANEWS.ID, JEPARA – Di sudut Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, seorang nenek berusia 65 tahun tampak sibuk di dapurnya. Tangannya cekatan meracik adonan rempeyek, kue pukis, hingga kerupuk terasi. Dialah Kariyatun, sosok sederhana yang tak hanya memasak, tetapi juga merawat tradisi lewat camilan khas rumahan yang dibuat dengan resep warisan turun-temurun.

Awalnya, jajanan tradisional buatan Kariyatun hanya disajikan untuk keluarga. Namun, pada tahun 2022, setelah beberapa tetangga mencicipi dan mulai memesan, usahanya pun berkembang secara alami.

Tanpa modal besar dan promosi mewah, usaha ini tumbuh dari mulut ke mulut dan dukungan pelanggan loyal. Kini, rempeyek kacang hijau dan kacang tanah, kue pukis pandan, serta kerupuk terasi buatannya telah dikenal banyak orang.

-Advertisement-

Baca juga: Kakek 74 Tahun Jualan Pentol Keliling di CFD Kudus Demi Biaya Berobat

“Dulu cuma buat sendiri, buat anak cucu. Tapi lama-lama banyak yang pesan. Alhamdulillah bisa jadi tambahan penghasilan,” ujarnya saat ditemui beberapa hari lalu.

Kariyatun menjelaskan, semua camilan itu ia produksi dari dapur rumah yang bersih dan terawat. Dia mengaku tetap setia menggunakan resep dari almarhumah ibunya, tanpa tambahan bahan pengawet. Kariyatun percaya, rasa sejati berasal dari kejujuran dalam memasak.

Dengan menggunakan resep warisan tersebut, rempeyek buatannya dikenal tipis dan kriuk sempurna, kue pukisnya lembut beraroma pandan, dan kerupuk terasinya punya rasa yang kuat dan khas. Semua dibuat dalam jumlah terbatas agar tetap terjaga kualitasnya.

Meski skala produksinya masih rumahan, Kariyatun tak mengerjakan sendiri. Saat ada waktu luang, anak dan cucunya turut membantu proses pengemasan hingga distribusi.

Baca juga: Menilik Tempat Penggilingan Daging Pertama di Kudus, Sejak 1989 Hingga Kini Masih Eksis

Promosi pun dilakukan lewat grup WhatsApp, dan saat momen Lebaran tiba, pesanan bisa melonjak dua hingga tiga kali lipat, terutama dari kerabat dan pelanggan luar kota.

“Biarpun kecil-kecilan, ini jadi sumber rezeki dan juga kebanggaan buat keluarga,” sambung sang cucu yang sedang membantu Kariyatun.

Penulis: Iffani Alya Putri, Mahasiswa PPL UIN Sunan Kudus, Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER