31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Menilik Tempat Penggilingan Daging Pertama di Kudus, Sejak 1989 Hingga Kini Masih Eksis

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tengah maraknya usaha kuliner modern, satu tempat penggilingan daging di Kudus tetap bertahan hingga sekarang. Sejak berdiri tahun 1989, penggilingan daging Sugiyanto ini menawarkan jasa giling daging dengan harga terjangkau dan menjadi langganan para pedagang bakso dari Kudus, Demak, hingga Jepara.

Terletak tak jauh dari pusat keramaian Pasar Bitingan, tempat ini diklaim menjadi tempat pertama penggilingan daging di Kudus. Uniknya, harga jasa yang ditawarkan terbilang terjangkau semua kalangan.

Baca Juga: Hidup Sendiri, Nenek 85 Tahun Ini Pilih Jualan Sosis dan Tak Mau Bergantung Pada Orang Lain

-Advertisement-

Untuk harga jasa giling per kilogramnya, hanya Rp4 ribu. Dan ketika pelanggan membawa daging satu kilogram dan ingin sekaligus mencampur tepung dan bumbu, tarif totalnya hanya sekitar Rp25 ribu.

“Kalau dihitung, daging satu kilo dengan tepung seperempat, terus jasa penggilingan, semua masih Rp25 ribuan. Yang bikin mahal itu bumbunya, terutama bawang,” kata istri Sugiyanto, pemilik tempat giling, Senin (9/6/2025).

Ia menuturkan, pelanggan diperbolehkan membawa sendiri bumbu sesuai selera. Bahkan beberapa di antaranya membawa campuran rahasia masing-masing, yang langsung digiling bersama daging. Untuk olahan bakso, jenis tepung yang biasa digunakan adalah campuran tepung kanji dan sagu seperempat, cukup untuk satu kilogram daging.

Pada hari-hari biasa, tempat ini mampu menggiling sekitar 50 kilogram daging. Namun saat akhir pekan atau momen Iduladha, volume penggilingan bisa melonjak hingga 200 persen. Masing-masing pelanggan rata-rata membawa dua kilogram daging untuk digiling.

“Kalau hari biasa pelanggan dari Kudus, bakul bakso dari Jepara, Demak. Tapi kalau momen Iduladha seperi ini, kebanyak dari masyarakat Kudus sendiri, yang mendapat daging kurban untuk dibuat bakso atau olahan lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Berkat Ide Kreatif Sang Ayah, Erwin Kini Punya Usaha Unik yang Menjanjikan

Ia mengaku, di tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu sebesar 30 persen. Menurutnya, di tahun ini pihaknya hanya melayani 1 kuintal daging yang digiling, berbeda dengan tahun kalau yang bisa sampai 1,5 kuintal daging.

“Kalau untuk penurunan cuma di tahun ini, kemarin masih ramai, di tahun kemarin seharinya di hari tasyrik pertama 1,5 kuintal, hari kedua menurun paling cuma 1 kuintal,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER