31 C
Kudus
Rabu, Februari 18, 2026

Desa Tunggulsari Kembali Terendam Banjir Rob, Wisata Mangrove Lumpuh Total

BETANEWS.ID, PATI – Banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, tak  hanya menyebabkan pemukiman dan tambak milik warga terendam. Banjir yang disebabkan air laut pasang itu, juga membuat wisata mangrove di desa tersebut lumpuh. 

Sejumlah fasilitas wisata yang dibangun pada 2018 lalu tampak rusak. Banjir rob yang menerjang beberapa kali mengakibatkan akses jembatan kayu, tempat selfie hingga warung pedagang rusak. 

Baca Juga: Sepi Pembeli dan Retribusi Naik, Nasib Pedagang Pasar Bitingan Kudus Diujung Tanduk

-Advertisement-

”Dampak rob tahun ini, selain rumah warga yang terdampak, ada dampak  yang lebih besar lagi di sektor lingkungan. Terutama di sektor pariwisata. Wisata Desa Tunggulsari adalah wisata Mina Mangrove, sehingga majunya sektor wisata didukung dengan pelestarian lingkungan di Desa Tunggulsari,” ujar Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi, Sabtu (31/5/2025). 

Wisata yang sempat viral dan menjadi favorit pada tahun 2020 itu pun kini sepi. Libur panjang seperti saat ini yang biasanya ramai, kini sepi. Sebab, fasilitas di tempat tersebut rusak tak kuat menahan gelombang ombak laut. 

Setyo Wahyudi menyebut, banjir rob mulai mengikis hutan mangrove di desanya pada Mei 2022 lalu. Sejak saat itu, banjir rob sering datang dengan intensitas ombak besar dan tinggi. 

”Sehingga abrasi pada tiga tahun terakhir besar. Sehingga luasan hutan mangrove yang habis luasannya 3 hektare. Baik dari batas Desa Jepat Kidul, dan Jepat Lor,” ungkapnya. 

Menurutnya, hutan mangrove sudah mulai mengikis. Hutan mangrove yang sebelumnya lebat, kini hanya tinggal sekitar 100 meter dari bibir pantai. 

’’Air laut yang datang dari timur tidak ada penghalang lagi. Sehingga air laut sampai ketinggian melebihi area parkir Mina Mangrove dan sepanjang badan jalan menuju akses ini,” sebutnya.

Baca Juga: Bupati Kudus Ajukan Proposal Renovasi Stadion Wergu Wetan Senilai Rp90,3 M

Diketahui, banjir rob beberapa kali terjadi di Desa Tunggulsari. Saa ini, setidaknya ada sebanyak 36 rumah di RT 5 RW 1 yang tergenang banjir. Selain itu, banjir rob juga merugikan petani tambak. 

Kades mengatakan, ada sekitar 107 hektare lahan tambak ikan tergenang banjir. Petani tambak pun mengalami kerugian tak sedikit. Kerugian para petani diperkirakan lebih dari miliaran rupiah. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER