Cerita Bashori, Kembali Tanam Tembakau Setelah Puluhan Tahun Vakum

BETANEWS.ID, KUDUS – Setelah lebih dari satu dekade vakum menanam tembakau, Bashori (61), warga RT 7 RW 1 Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kudus, kembali turun ke lahan. Kali ini, ia menggarap lahan seluas setengah hektare milik Moh Ribowo untuk menanam tembakau jenis srumpung, berkat bantuan dari Dispertan Kudus.

Bashori bukan orang baru di dunia tembakau. Ia sudah menanam sejak 1985 di lahan pribadinya di Dukuh Kambangan. Namun saat itu hanya untuk konsumsi sendiri. 

Baca juga: Punya Nama Unik, Marsotel di Jalan Mangunsarkoro Jepara Bikin Penasaran Pembeli 

-Advertisement-

“Dulu dari 1985 sampai 2013 tanam sendiri, bukan untuk dijual. Kalau ada yang butuh ya baru saya jual,” tuturnya.

Kini, berkat dukungan kelompok tani Mekar Melati dan bantuan dari pemerintah, semangatnya kembali tumbuh. Pada Kamis (13/5/2025), ia mulai menanam 3.500 bibit dari total 7.000 bibit yang ia terima dari dinas. Bantuan tersebut termasuk bibit, pupuk, kompos, obat hama, dan alat semprot.

“Jenis tembakau bantuan ini jenis srumpung. Ini juga atas permintaan kami karena daunnya tebal dan melebar. Menurut saya hasilnya lebih bagus, dan bisa ditanam dengan jarak lebih rapat,” jelasnya. 

Dengan jenis itu, bisa menggunakan jarak tanam yang lebih dekat yaitu 40 x 80 cm, lebih padat dibanding jenis lain seperti kemploko atau prancak.

Tembakau ditanam di lahan dengan ketinggian sekitar 200–300 meter di atas permukaan laut. Proses perawatan cukup intensif. Dalam sehari, dilakukan dua kali penyiraman. Tantangan terbesarnya adalah hama.

“Hama itu yang paling sulit. Tapi pestisida dibantu juga dari dinas,” ujar Bashori yang juga berjualan mi ayam di pagi hari.

Menurutnya, tembakau diperkirakan bisa dipanen dalam waktu dua sampai tiga bulan. Hasil panen nantinya akan dijual ke tengkulak, yang difasilitasi oleh dinas. Harga jual tembakau basah tahun lalu berada di kisaran Rp4.000–5.000 per kilogram. 

Baca juga: Oven Kecil Jadi Saksi Bisu Lonjakan Pesanan Hampers Puding Natal Lil Oven Kudus di Tiap Tahun

“Untuk pemaran tidak lagi repot, karena sudah difasilitasi atau dicarikan oleh dinas. Harapannya bisa bagus dan harga tinggi,” tuturnya.

Bashori mengaku bergabung dengan program ini karena melihat prospek tembakau yang cukup menjanjikan. Ia optimistis, dengan pengelolaan yang baik dan dukungan penuh dari pemerintah, hasil panen bisa maksimal dan membawa keuntungan bagi petani.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER