Terpapar Covid-19 Antarkan Solik Sukses Jadi Produsen Beras Mentik Wangi di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pria tampak sibuk menjemur gabah di halaman penggilingan padi di Desa Bulungcangkring, Kecamatan Mejobo, Kudus. Suara deru mesin penggilingan terdengar nyaring di sela-sela aroma gabah yang menguar dari tumpukan karung. Tempat tersebut yakni Usaha Dagang (UD) Tani Subur Jaya penggilingan beras spesialis mentik wangi.

Di antara para kuli tersebut, terlihat seorang perempuan yang rajin mengecek beras hasil penggilingan. Sesekali ia juga mencium beras untuk memastikan beras yang diproduksinya sesuai permintaan pelanggan, baik dari segi bentuk dan aroma. Perempuan tersebut yakni, Nur Solikhah (27) pemilik dari UD Tani Subur Jaya.

Baca Juga: Berawal dari Iseng, Atik Tak Menyangka Donat Karakter Buatannya Laris Manis Dicari Pembeli  

-Advertisement-

Solik merupakan, generasi kedua penerus UD Tani Subur Jaya, sebuah usaha keluarga yang dirintis ayahnya, Suharto, sejak era 1980-an. Ia mulai terjun langsung ke bisnis keluarganya pada tahun 2019, setelah sebelumnya sempat bekerja setahun sebagai perawat di sebuah rumah sakit swasta di Kudus.

“Gaji awal sebagai perawat itu sangat minim. Bekerja selama setahun, awal tahun 2019 dan ada pandemi Covid-19, naasnya, saya tertular saat menangani pasien dan harus diisolasi selama dua minggu,” kenang Solik kepada Betanews.id di penggilingan beras miiliknya belum lama ini.

Setelah masa isolasi, lanjut Solik, ayahnya memintanya untuk berhenti bekerja dan membantu di usaha penggilingan padi keluarga. Dengan pertimbangan usaha keluarga tak ada yang meneruskan, ia pun menyetujuinya. Sebab kakaknya berdinas di kepolisian dan adiknya masih sekolah.

“Waktu itu ayah saya bilang, kalau tidak ada yang meneruskan, nanti usaha ini akan mati. Saya pikir-pikir, meskipun kerja di rumah sakit terlihat bersih, tapi di sini hasilnya lebih menjanjikan. Akhirnya saya putuskan untuk bantu, tentu juga dengan izin suami,” bebernya.

Namun, masuk ke dunia usaha penggilingan padi bukan perkara mudah bagi Solik. Ia harus memulai dari bawah, meski melanjutkan usaha keluarga. Ssuai arahan ayahnya, Solik diminta untuk menjual bekatul hasil penggilingan gabah.

“Saat itu saya keliling dari satu toko pakan ternak ke toko lainnya, nawarin bekatul. Cari bakul yang mau beli. Susah banget awalnya,” ucapnya.

Tak hanya memasarkan bekatul, Solik juga harus mencari pelanggan baru yang mau membeli beras hasil penggilingan. Pasalnya, sebagian besar pelanggan lama ayahnya sudah lanjut usia. Ia menyadari, agar usaha tetap berjalan, regenerasi pelanggan juga penting.

“Saya coba yakinkan pemilik toko, kalau beras dari kami itu berkualitas. Tapi ya nggak semudah itu. Butuh waktu sampai tiga tahun buat bangun kepercayaan,” katanya.

Kini, berkat ketekunan dan kerja keras, UD Tani Subur Jaya sudah dikenal luas. Mereka memproduksi berbagai jenis beras seperti Bramo, Mapan, Rojo Lele, dan terutama Mentik Wangi yang jadi andalan.

“Kita memang produksi berbagai jenis beras, tapi paling banyak adalah Mentik Wangi. Bisa dikatakan UD Tani Subur Jaya ini spesialis Beras Mentik Wangi,” ungkapnya.

Dia menuturkan, memilih memproduksi lebih banyak beras Mentik Wangi karena biaya produksinya sama, sementara harga berasnya lebih mahal. Untuk menjaga kualitas, Solik mengambil gabah dari berbagai daerah penghasil terbaik seperti Sragen, Tawangmangu, Karanganyar, Delanggu, hingga Mateseh.

“Mana daerah yang sedang panen, kami ambil gabah ke sana,” ujar ibu tiga anak tersebut.

Penggilingan padi miliknya kini beroperasi setiap hari sepanjang tahun. Selain beras Mentik Wangi, jika stok Rojo Lele dibutuhkan, mereka juga siap ambil gabah dari daerah seperti Pekalongan, Tuban, Pemalang, dan Bojonegoro.

Baca Juga: Semangat Jual Kerupuk di Usia Senja, Nasir: ‘Rezeki Sudah Ada yang Mengatur’

Beras hasil produksinya kini tersebar ke berbagai toko di Kudus, Jepara, Pati, hingga Semarang. Dalam sehari, UD Tani Subur Jaya mampu mampu memproduksi 20 ton beras dari empat truk gabah.

“Alhamdulillah, dari yang awalnya terpaksa, sekarang justru saya bersyukur bisa meneruskan usaha orang tua dan membuka lapangan kerja juga,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER