Ngaji Bareng Mbak-mbak LC di Pati, Gus Miftah Bilang Tak Akan Tinggalkan Dunia Malam

BETANEWS.ID, PATI – Miftah Maulana Habiburrohman atau yang akrab disapa Gus Miftah mengisi ceramah di tempat karaoke Pati. Ratusan lady companion (LC) dan pekerja karaoke tampak hadir berkumpul di aula dan halaman Cafe & Karaoke Permata, Puri, Kecamatan Pati, untuk mendengarkan ceramah dari pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta tersebut.

Tampak pula Pelawak asal Banyuwangi, Cak Percil dan Cak Selenthem juga turut menghidupkan suasana pengajian khas Gus Miftah yang dikemas dengan gaya selengekan itu.

Baca Juga: Gegara Klakson, Bapak dan Anak di Sukolilo Aniaya Tetangga hingga Luka-Luka

-Advertisement-

Pengajian bertajuk “Pengajian Tombo Ati bersama Gus Miftah” tersebut digelar oleh Insan Karaoke Pati pada Selasa (29/4/2025) sore hingga Magrib tersebut.

Di awal ceramah, ia pun melemparkan candaan, bahwa ia hadir di tempat karaoke Permata itu sebagai Puskesmas yang punya kepanjangan “Pusat Kesenangan Mas-Mas”.

Kepada para peserta pengajian, Gus Miftah mengatakan ia tak akan meninggalkan dunia malam. Sebab, dunia malam merupakan arena dakwahnya sejak awal.

“Karakter dakwah kami. Pertama, kebangsaan. Kedua, basic saya sejak awal ketika terjun ke dunia dakwah adalah di wilayah yang dianggap marjinal. Alhamdulillah saya kembali ada waktu untuk menjumpai sahabat-sahabat kita di tempat seperti ini. Kebetulan hari ini rezekinya di Pati,” ujar Gus Miftah.

Pendakwah yang sempat viral karena kasus es teh ini mengaku, dirinya bersedia mengisi pengajian di karaoke lantaran tak ingin meninggalkan para kaum marjinal tersebut. 

”Alhamdulillah saya ada waktu untuk menjumpai sahabat kita di sini. Kebetulan ada jadwal di Pati. Informasi yang saya dapat, ini dari semua karaoke di Pati,” imbuhnya.

Dirinya juga menyampaikan pesan khusus kepada para LC dan pekerja karaoke. Menurutnya, pekerja di dunia malam seringkali lepas kontrol dan lupa dengan niat awal mereka bekerja. Maka dari itu, dirinya mau berdakwah di tempat karaoke dengan niatan mengingat kembali. 

“Kita sering lupa saat berada di dunia saat ini. biasanya lepas kontrol dan terlena. Kalau tidak di rem akan terlena. Kewajiban kita mengingatkan agar tak terlena,” kata Gus Miftah. 

Gus Miftah mencontohkan beberapa kasus di Yogyakarta. Bahwa ada mahasiswi kerja di dunia malam yang bertujuan untuk mencukupi kuliahnya. Saat mendapatkan uang, mereka lupa dengan kuliahnya. 

”Ada juga mbak-mbak yang bekerja kayak gini bilang untuk membiayai anaknya. Tapi begitu punya uang lupa dengan anaknya. Ada yang ingin membahagiakan orang tuanya, begitu punya uang lupa dengan orang tuanya. Fungsi pengajian itu bukan hanya tentang keimanan tapi juga manajemen keuangan. bagaimana tidak melupakan niat awal,” ucapnya.

Baca Juga: Perda Tata Ruang Dinilai Beri Celah Kelonggaran Aktivitas Tambang

Sementara itu, Pemilik Karaoke Permata Musyafak menyebut, dirinya sebenarnya sudah ingin mengundang Gus Miftah sejak lama. Namun, baru kali ini bisa terwujud. Setidaknya, ada sekitar 600-an PK yang mengikuti pengajian itu.

“Sudah cukup lama, dua tahun. Kami difasilitasi oleh staf beliau. Kami awalnya ngin di GOR atau aula, tapi Gus Miftah ingin di sini. PK yang mendaftarkan 1.200, dan ada sekitar 50 persen yang hadir. Harapannya secara rutin minimal empat bulan sekali,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER