BETANEWS.ID, JEPARA – Gerakan Warga Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara yang gencar menolak aktivitas pembukaan tambang baru di Dukuh Toplek dan Dukuh Pendem berujung pada munculnya ancaman.
Ancaman tersebut diterima warga setelah mereka melakukan demo secara besar-besaran dari lokasi tambang menuju Kantor Balai desa Sumberrejo pada 10 Januari 2025 lalu.
Baca Juga: Benarkah Proses Perizinan Tambang di Desa Sumberrejo Jepara Tak Libatkan Warga? Ini Penjelasannya
Salah satu warga yang mendapatkan ancaman yaitu Sungalip (43), Warga Dukuh Pendem RT 03 RW 02. Sejak bulan Januari lalu ia mdngaku sudah lima kali mendapat ancaman dari orang yang berbeda.
Ancaman tersebut menurutnya disampaikan secara lisan agar ia berhenti melakukan gerakan menolak aktivitas tambang di Desa Sumberrejo. Ancaman pertama menurutnya datang dari pihak yang ia ketahui sebagai dukun.
Tidak berselang lama ia kemudian didatangi dua orang preman yang memintanya agar tidak berpihak kepada warga.
“Selang dua hari (dari ancaman pertama), premannya ngasih arahan ke saya, kalau tidak boleh berpihak kepada masyarakat begitu kenceng. Ditakutkan mengancam keselamatan saya, saat lagi keluar atau lainnya,” ungkapnya di depan Gedung Kompleks Sekda Jepara, Senin (28/4/2025)
Kemudian ancaman ketiga dan keempat menurutnya ia dapatkan dari dua orang yang ia kenal sebagai tokoh agama. Mereka berasal dari dua kecamatan yang berada dan dua kali mendatangi dirinya.
Dua tokoh agama tersebut menurutnya memintanya agar ia bisa menjembatani pihak petambang CV Senggol Mekar dengan warga.
“Dari tokoh agama juga ada. Dia minta dijembati masalah tambang, CV Senggol Mekar,” ujarnya.
Baca Juga: Tolak Tambang, Warga Sumberrejo Jepara Kecewa pada Sikap Pemkab
Sementara untuk ancaman kelima, ia melanjutkan muncul dari seseorang yang mengaku sebagai Intel. Namun sejauh ini, selama tiga bulan sejak dilakukannya demo, ia mengaku hanya menerima ancaman secara lisan.
“Termasuk ada orang yang mengaku intel juga datang kerumah saya. Intel itu terjadi di bulan Februari. Tiga bulan itu ada lima kali teror. Intimidasi belum ada membawa sajam, cuma sekedar lisan saja,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

