BETANEWS.ID, JEPARA – Tradisi pesta lomban yang diadakan setiap tanggal 7 Syawal akan kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang digelar sederhana, pada tahun ini festival kupat lepet akan ikut memeriahkan tradisi tahunan masyarakat pesisir Jepara tersebut.
Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar mengatakan sebelumnya festival kupat lepet tidak akan diadakan pada pelaksanaan pesta lomban di tahun ini. Sebagaimana diketahui, saat ini Pemkab Jepara sedang melakukan efisiensi anggaran sehingga kegiatan yang bersifat seremoni akan dikurangi.
Baca Juga: Stok BBM di Jepara Aman Selama Lebaran, Masyarakat Diharap Tak Panic Buying
“Kemarin terakhir komunikasi dengan Bupati Mas Wiwit untuk kupat lepet di tahun ini dilakukan, karena salah satu nguri-nguri budaya,” katanya pada Sabtu, (5/4/2025).
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Moh Eko Udyyono mengatakan rangkaian pelaksanaan tradisi pesta lomban akan dimulai pada Minggu, (6/4/2025) yaitu berupa penyembelihan kerbau pukul 07.00 WIB, ziarah ke makam leluhur pukul 15.30 dan 18.30 WIB, kemudian wayangan semalam suntuk di TPI Ujungbatu pukul 19.30 WIB.
“Paginya, Senin (7/4/2025) akan dilakukan prosesi larungan kepala kerbau atau dikenal masyarakat pesta lomban. Start-nya dari TPI Ujungbatu nanti berhenti di dermaga Pantai Kartini,” jelasnya.
Acara kemudian dilanjut dengan festival kupat lepet. Total terdapat 4 ribu kupat dan lepet yang disediakan pada tradisi kali ini.
Saat tiba di Pantai Kartini, rombongan Bupati Jepara bersama Forkopimda akan disambut barisan drumband keprajuritan dan para pengiring. Kemudian dua gunungan besar yang berisi kupat dan lepet akan mengiringi perjalanan bupati dari dermaga menuju lapangan tengah Pantai Kartini.
Baca Juga: Pendapatan Objek Wisata Jepara Ditarget Capai Rp500 Juta Selama Libur Lebaran
Usai didoakan oleh tokoh agama, gunungan kemudian dipotong secara simbolis oleh Bupati Jepara. Selanjutnya masyarakat yang datang dipersilahkan untuk mengambil kupat dan lepet.
“Masyarakat percaya bawah kupat dan lepet yang mereka makan akan memberikan kemakmuran dan kesejahteraan,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

