31 C
Kudus
Jumat, Februari 20, 2026

Ponpes Al Qaumaniyah, Jejak Seabad Pendidikan Islam di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Berdiri sejak tahun 1923, Pondok Pesantren Al Qaumaniyah di Dukuh Kauman, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, telah menjadi pusat pendidikan Islam selama lebih dari satu abad. Pesantren yang didirikan oleh KH Yasin ini, dikenal dengan nama Pondok Bareng, nama itu merujuk pada sebuah halte bertuliskan “Bareng” yang berada di sebelah barat pesantren.

Pada tahun 1920-an, KH Yasin mulai menerima santri yang datang dari berbagai daerah untuk menimba ilmu. Namun, karena belum memiliki tempat menginap, para santri harus pulang pergi dengan perjalanan yang memakan waktu satu hingga tiga jam.

Menyadari kesulitan ini, para santri mengusulkan pembangunan pondok sebagai tempat istirahat. KH Yasin menyetujui usulan tersebut dengan syarat para santri bersedia membawa kayu atau bambu sebagai bahan bangunan.

-Advertisement-

Baca juga: Arsitektur Hindu-Buddha Masjid Menara, Simbol Toleransi Penyebaran Islam di Kudus

Akhirnya, para santri yang mayoritas berasal dari daerah pegunungan pun membawa material tersebut, hingga akhirnya pondok dapat didirikan dan diresmikan dengan nama Pondok Bareng.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Qaumaniyah, Khidir, mengungkapkan bahwa beberapa bangunan asli pondok telah mengalami renovasi, namun sebagian tetap mempertahankan bentuk aslinya. Salah satunya adalah dinding anyaman bambu yang masih bertahan sejak awal pendirian pondok, meskipun beberapa bagian telah rusak atau diambil orang sebagai jimat.

“Anyaman bambu itu sudah ada sejak 1920-an, usianya lebih dari seratus tahun. Ada beberapa bagian yang diambil orang, tapi sebagian besar masih asli,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Baca juga: Potret Kerukunan Umat Beragama di Pati, Masjid dan Gereja di Winong Ini Disatukan Kanopi

Pada tahun 1957, KH Yasin wafat dan kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh putranya, Kyai Muhammad. Barulah pada tahun 1960, pesantren ini resmi diberi nama Al Qaumaniyah, diambil dari nama dukuh tempatnya berada. Setelah Kyai Muhammad wafat pada tahun 1999, pengelolaan pesantren diteruskan oleh anak-anaknya.

Saat ini, Pondok Pesantren Al Qaumaniyah masih mempertahankan metode pembelajaran klasik dengan santri yang berasal dari berbagai daerah seperti Jepara, Pati, Rembang, Demak, dan Kudus. Dengan sejarah panjang dan tradisi keilmuannya, pesantren ini terus menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan Islam di Kudus.

Penulis: M. Imam Shodiqin, Mahasiswa Magang Unisnu Jepara

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER