31 C
Kudus
Rabu, Februari 28, 2024

Potret Kerukunan Umat Beragama di Pati, Masjid dan Gereja di Winong Ini Disatukan Kanopi

BETANEWS.ID, PATI – Di Jalan Kolonel Sunandar RW III, Desa Winong, Kecamatan/Kabupaten Pati, terdapat bangunan masjid dan gereja yang saling berhadapan. Tempat ibadah itu bernama Masjid Al-Muqorrobin dan Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI).

Di sela kedua tempat ibadah yang saling berhadapan itu, terdapat jalan permukiman warga. Uniknya, di atas gang itu terdapat kanopi yang menghubungkan masjid dan gereja.

Pendeta Gereja GKMI Winong, Didik Hartono mengatakan, bangunan masjid dan gereja cukup unik dan menarik. Apalagi di tengah keberagamaan yang ada di Indonesia ini.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Ukir Jepara di Masjid Mantingan, Bukti Cinta Ratu Kalinyamat Pada Sultan Hadlirin

“Di tengah keberagamaan yang ada, gereja berhadapan langsung dengan masjid di Desa Winong, Kecamatan Kota,” jelas Didik saat ditemui, Kamis (20/4/2023).

Menurutnya, gereja dibangun terlebih dahulu, yakni pada 1991. Sementara bangunan masjid dibangun baru sekitar 2002. Tanpa disengaja, lokasi pembangunan masjid bersebelahan dengan gereja yang terlebih dahulu didirikan.

“Saya mulai tugas tahun 2004, gereja dibangun tahun 1991, masjid ini dibangun sejak 2001, jadi gereja ini, baru masjid dibangun. Jadi, depan masjid itu ada bagian perumahan, perumahan dulu SMP yang kemudian dijual. Kemudian di antara masyarakat merasa perlu ada tempat ibadah, di sini belum ada masjid dan dibangunlah masjid. Dan proses mendapatkan tanah di dekat gereja, antara masjid dan gereja,” ungkapnya.

Dia mengatakan, meski bangunan masjid dan gereja bersebelahan, kehidupan umat Islam dan Kristen tidak ada masalah. Mereka hidup secara harmonis di Desa Winong.

“Ya bersama dengan takmir ya kami hubungan yang baik. Setiap hari kita ngobrol baik. Secara umat selama ini setidaknya 20 tahun, kita bisa saling menghormati satu dengan yang lainnya. Kalau ada kegiatan kadang kala itu bersamaan kuncinya komunikasi, kita komunikasi bersama-sama diatur bersama,” ucapnya.

Baca juga: Indahnya Alquran Raksasa di Masjid Raya Fatimah yang Ditulis dengan Tinta Emas, Hadiah Raja Keraton Solo

Terkait keberadaan kanopi yang menghubungkan masjid dan gereja itu baru ada sekitar 8 tahun belakangan. Menurutnya, kanopi tersebut menjadi simbol persatuan antar kedua agama.

“Ada nilai yang kita bangun, dengan kanopi ada yang menyatu masjid dan gereja. Ini menjadi simbol persaudaraan, simbol kebersamaan. Bagaimana kita menjadi saudara selamanya, meski ada perbedaan agama, tetapi kita sedulur selawase, di tengah perbedaan yang ada,” terang Didik.

Ketua Takmir Masjid Al-Muqorrobin, Santrimo, mengatakan, kedua umat Islam dan Kristen saling menghormati. Menurutnya, keberadaan kanopi sangat membantu keduanya. Semisal kata dia saat salat Jumat, jemaah masjid bisa menggunakan jalan hingga teras gereja.

“Saat Jumatan itu jalan keramik, biar jumatan bisa dijalan, jalan itu ditutup. Selain juga ada acara sarasehan di situ, kami diundang ke situ semua,” kata Trimo.

Ia berharap, kerukunan itu bisa dipelihara secara langgeng. “Harapannya langgeng terus, tidak ada masalah, jangan sampai orang-orang tidak baik yang mengganggu,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER