Pendidikan Kesetaraan Jadi Andalan Atasi Anak Putus Sekolah di Kudus 

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabuaten Kudus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi anak tidak sekolah. Salah satu yang jadi andalan adalah pendidikan non-formal di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). 

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Masyarakat pada Disdikpora Kudus, Frida Milya Utami mengatakan, di Kudus ada 18 PKBM yang jadi garda terdepan untuk mengintervensi anak-anak yang tidak sekolah, agar kembali bersedia mengenyam pendidikan.

Melalui PKBM tersebut, kata Frida, anak yang tidak sekolah bisa kembali mengenyam pendidikan melalui pendidikan persamaan. Mereka bisa menempuh Paket A setara dengan Sekolah Dasar (SD), kemudian Paket B setara Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Paket C setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). 

-Advertisement-

Baca juga: Faktor Ekonomi hingga Pergaulan Jadi Sebab Tingginya Anak Tidak Sekolah di Kudus

“Sesuai jenjang pendidikan yang belum pernah dilalui oleh anak yang tidak atau putus sekolah tersebut,” bebernya di ruang kerjanya, belum lama ini.

Meski non-formal, kata Frida, ijazah dari PKBM bisa digunakan untuk melanjutkan ke pendidikan formal. Bahkan yang lulusan Paket C, ijazahnya bisa digunakan untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi. 

“Kegiatan pendidikan di PKBM ini resmi dan diakui oleh negara. Mereka juga tercatat di dalam Dapodik (Daftar Pokok Pendidikan). Jadi ijazahnya diakui oleh negara. Lembaganya juga sudah terakreditasi,” ungkapnya. 

Disinggung tingkat keberhasilan untuk membuat anak-anak untuk kembali bersekolah melalui PKBM, Frida mengaku cukup berhasil. Dari 18 PKBM, tenaga pendidik di sana betul-betul mengajak anak-anak untuk kembali sekolah.

Baca juga: Masih Ada Ratusan Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Kudus

“Di 2024 ini jumlah siswa yang ikut PKBM sekira 3 ribuan. Cukup banyak, dari segala usia dan paket pendidikan persamaan. Tidak hanya anak-anak, sebab yang ikut kesetaraan paket C itu banyak yang usianya sudah dewasa,” ungkapnya. 

Dia mengatakan, PKBM ini tidak gratis, tapi masih sangat terjangkau. Bagi anak putus sekolah yang tidak mampu dan ingin ikut PKBM, pihaknya akan usahakan mencarikan bantuan.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER